Lokal Peristiwa

Tim Siaga Karhutla Padamkan Dua Titik Api di Kubu Raya, Asap Dekat Bandara Jadi Perhatian

Foto. Dok Istimewa

KUBU RAYA – Memasuki masa peralihan cuaca dari musim hujan ke kemarau, potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai meningkat di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Dalam dua hari terakhir, petugas mendapati kemunculan titik api di dua kecamatan berbeda, yakni Sungai Raya dan Sungai Kakap.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Siaga Karhutla gabungan yang melibatkan Polres Kubu Raya, Dit Samapta Polda Kalbar, TNI, BNPB, Dinas Pemadam Kebakaran Kubu Raya, serta unsur terkait lainnya segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api.

Titik kebakaran pertama teridentifikasi di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Api dilaporkan membakar lahan kosong seluas kurang lebih dua hektare. Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran karena jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga hanya sekitar 70 meter.

Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, dengan luasan lahan terdampak sekitar 1,5 hektare. Kedua lokasi tersebut didominasi lahan gambut, yang dikenal mudah terbakar dan berisiko tinggi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.

Hingga Sabtu (17/1/2026), personel gabungan masih disiagakan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala akibat kondisi angin atau cuaca panas.

Keceriaan Siswa TK Warnai Program Polisi Sahabat Anak Satlantas Polres Kubu Raya

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menegaskan bahwa penanganan Karhutla menjadi fokus utama aparat saat ini. Selain pemadaman, patroli rutin terus ditingkatkan di wilayah rawan kebakaran.

“Kami terus melakukan upaya maksimal, mulai dari pemadaman hingga pendinginan. Langkah ini penting untuk melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga kelancaran transportasi, terutama karena Kubu Raya memiliki objek vital nasional seperti Bandara Internasional Supadio yang harus bebas dari gangguan asap,” jelas Ade.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat dampak Karhutla sangat luas, baik terhadap kesehatan, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

Terkait penyebab munculnya dua titik api tersebut, Polres Kubu Raya menyatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Aparat bersama pemerintah daerah meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kepulan asap atau indikasi kebakaran di lahan kosong, agar penanganan dapat dilakukan sejak dini sebelum api meluas.

Perajin Sepatu Kulit Pontianak Tembus Pasar Internasional Lewat INACRAFT 2026