Lifestyle

Perajin Sepatu Kulit Pontianak Tembus Pasar Internasional Lewat INACRAFT 2026

Foto. Natalia Desca Rina, perajin asal Pontianak tengah membuat sandal kulit di stand INACRAFT Jakarta (Dok. Istimewa)

JAKARTA – Pameran kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT 2026, menjadi momentum penting bagi perajin sepatu kulit muda asal Pontianak, Natalia Desca Rina.

Melalui ajang ini, karya-karya sepatu kulit dengan merek Koyuko berhasil menarik perhatian pengunjung, pelaku usaha, hingga pasar internasional.

Partisipasi Natalia di INACRAFT 2026 tidak hanya membuka peluang pemasaran yang lebih luas, tetapi juga menandai langkah penting dalam perjalanan usahanya menembus pasar mancanegara.

Natalia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam INACRAFT 2026 memberikan pengalaman berharga yang tidak hanya sebatas promosi produk.

Pameran tersebut menjadi ruang pembelajaran, pertukaran ide, dan penguatan jejaring antarpelaku industri kriya dari berbagai daerah di Indonesia.

Keceriaan Siswa TK Warnai Program Polisi Sahabat Anak Satlantas Polres Kubu Raya

Menurutnya, bertemu langsung dengan sesama perajin dan konsumen membuka wawasan baru mengenai tren pasar, standar kualitas, serta potensi pengembangan produk ke depan.

Produk sepatu kulit yang ditampilkan Natalia di INACRAFT 2026 memiliki keunikan tersendiri. Melalui brand Koyuko, ia menggabungkan penggunaan kulit kayu kapuak dengan kulit sapi lokal sebagai material utama.

Kombinasi tersebut menghasilkan sepatu dengan karakter yang khas, bernilai etnik, namun tetap relevan dengan selera pasar modern.

Keunikan inilah yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung pameran, sekaligus memperkuat identitas produk sebagai karya kriya berbasis potensi lokal Pontianak.

Daya saing produk Koyuko tidak hanya menarik perhatian pengunjung umum, tetapi juga mendapat apresiasi dari tokoh nasional.

K Mall at Menara Jakarta Hadirkan Lunar Festival Imlek 2026 “A Season of Prosperity and Joy”

Saat berkunjung ke Galeri Dekranasda Pontianak di area pameran, Menteri UMKM Maman Abdurrahman diketahui membeli salah satu produk sepatu karya Natalia.

Momen tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kualitas dan kreativitas produk lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan tampil di INACRAFT 2026 juga berdampak langsung pada perluasan pasar. Natalia mengungkapkan bahwa saat ini ia telah menerima pesanan dari luar negeri, khususnya dari Singapura dan India.

Pesanan tersebut datang baik melalui interaksi langsung di pameran maupun melalui pemesanan daring. Capaian ini menunjukkan bahwa produk sepatu kulit asal Pontianak memiliki potensi besar untuk diterima di pasar global.

Dalam menjalankan usahanya, Natalia menerapkan sistem produksi berbasis pemesanan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena proses pembuatan sepatu kulit membutuhkan waktu yang tidak singkat, mulai dari perancangan desain, pemilihan material, proses produksi, hingga pengemasan dan pengiriman.

Mall of Indonesia Hadirkan Perayaan Imlek 2026 Bertema “Beyond the Bloom”

Pendekatan ini memungkinkan Natalia menjaga kualitas produk sekaligus memastikan setiap pasang sepatu dibuat dengan perhatian terhadap detail.

Seiring meningkatnya permintaan, Natalia terus melakukan pengembangan usaha secara bertahap. Ia kini telah memiliki workshop dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan saat awal merintis usaha.

Selain itu, Natalia juga membangun tim kerja yang solid untuk mendukung proses produksi dan pengelolaan usaha. Meski demikian, ia tetap menjaga standar kualitas sebagai prioritas utama dalam setiap produk yang dihasilkan.

Bagi Natalia, perjalanan membangun usaha sepatu kulit bukanlah proses yang instan. Dibutuhkan konsistensi, kerja keras, serta keberanian untuk terus berinovasi di tengah persaingan industri fashion dan kriya yang semakin ketat.

Ia mengaku bersyukur karena upaya yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil, sekaligus memotivasinya untuk terus mengembangkan brand Koyuko agar semakin dikenal luas.

Keberhasilan Natalia mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie. Ia menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih oleh perajin muda tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Natalia menjadi bukti nyata bahwa produk kriya asal Pontianak memiliki daya saing, keunikan, dan kualitas yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Yanieta menilai bahwa partisipasi dalam ajang seperti INACRAFT 2026 merupakan hasil dari proses pembinaan, pendampingan, dan promosi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut dinilai mampu melahirkan perajin-perajin inovatif yang siap bersaing di pasar global. Keberhasilan Natalia diharapkan dapat menjadi contoh konkret dari hasil sinergi antara perajin, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait.

Dekranasda Kota Pontianak, lanjut Yanieta, akan terus berkomitmen mendukung pengembangan perajin lokal, khususnya generasi muda.

Dukungan tersebut mencakup pembinaan kapasitas, fasilitasi promosi, hingga pendampingan agar perajin mampu naik kelas dan memperluas pasar.

Dengan potensi sumber daya lokal yang dimiliki, Pontianak dinilai memiliki peluang besar untuk melahirkan lebih banyak produk kriya unggulan.

Kisah sukses Natalia Desca Rina juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perajin lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.

Keberanian memanfaatkan potensi lokal, menjaga kualitas, serta konsisten mengikuti perkembangan pasar menjadi kunci penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Melalui kerja keras dan kepercayaan terhadap produk sendiri, perajin lokal diyakini mampu bersaing di tengah pasar global yang kompetitif.

Melalui pencapaian di INACRAFT 2026, Natalia tidak hanya membawa brand Koyuko ke tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga turut mengharumkan nama Pontianak sebagai daerah dengan potensi kriya yang kuat.

Ke depan, ia berharap dapat terus mengembangkan usahanya dan memperluas jangkauan pasar internasional, sekaligus berkontribusi dalam memperkenalkan kekayaan kriya lokal Indonesia ke dunia.