Lokal

Keceriaan Siswa TK Warnai Program Polisi Sahabat Anak Satlantas Polres Kubu Raya

Foto. Polwan mengedukasi anak anak tentang ketertiban dan keselamatan berlalu lintas (Dok. Istimewa)

KUBU RAYA – Suasana penuh keceriaan menyelimuti lingkungan TK Negeri Pembina, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, saat jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya hadir menyapa para siswa dalam kegiatan bertajuk Polisi Sahabat Anak.

Program edukatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam menanamkan nilai disiplin dan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini melalui pendekatan yang ramah, komunikatif, dan menyenangkan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Jalan Trans Kalimantan.

Kehadiran personel Satlantas Polres Kubu Raya langsung disambut antusias oleh siswa-siswi taman kanak-kanak yang tampak ceria mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Melalui program ini, polisi tidak hanya memperkenalkan aturan lalu lintas dasar, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan anak-anak agar sosok polisi dikenal sebagai sahabat dan pelindung masyarakat.

Perajin Sepatu Kulit Pontianak Tembus Pasar Internasional Lewat INACRAFT 2026

Program Polisi Sahabat Anak kali ini berada di bawah koordinasi Kanit Kamsel Satlantas Polres Kubu Raya, Iptu Fachri, dengan pendampingan Ipda Husni.

Kegiatan tersebut mengusung tema pengenalan lalu lintas sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter anak. Materi disampaikan dengan metode interaktif yang disesuaikan dengan usia peserta, sehingga mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya IPTU J. Effendhy Kusuma melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menjelaskan bahwa kegiatan Polisi Sahabat Anak bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

Menurutnya, pendidikan keselamatan jalan yang ditanamkan sejak usia dini akan membentuk pola pikir dan perilaku anak hingga dewasa.

Ia menegaskan bahwa melalui program ini, kepolisian berupaya menanamkan benih keselamatan di dalam pikiran anak-anak.

K Mall at Menara Jakarta Hadirkan Lunar Festival Imlek 2026 “A Season of Prosperity and Joy”

Dengan mengenal aturan lalu lintas sejak taman kanak-kanak, anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang patuh bukan karena takut terhadap sanksi, melainkan karena memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan diri dan orang lain di jalan raya.

Selain aspek edukasi, kegiatan ini juga memiliki tujuan sosial untuk menghapus jarak psikologis antara polisi dan anak-anak.

Aiptu Ade menyampaikan bahwa Satlantas ingin membangun citra positif kepolisian sebagai mitra yang dekat, ramah, dan selalu hadir untuk melindungi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para guru dan orang tua agar menjadi teladan dalam berlalu lintas, karena perilaku orang dewasa akan menjadi contoh langsung bagi anak-anak.

Selama kegiatan berlangsung, materi disampaikan oleh personel Satlantas yang terdiri dari Aiptu Selpio, Bripka Dizy Diannovita, Brigpol Nikky Angrila, dan Bripda Yulianingsih.

Mall of Indonesia Hadirkan Perayaan Imlek 2026 Bertema “Beyond the Bloom”

Anak-anak diajak mengenal rambu lalu lintas dasar, memahami arti warna pada lampu lalu lintas, serta diperkenalkan pada tata cara menyeberang jalan yang aman.

Penyampaian dilakukan melalui permainan, lagu, dan simulasi sederhana agar pesan keselamatan dapat diterima dengan baik.

Interaksi yang hangat antara polisi dan siswa membuat suasana belajar terasa menyenangkan. Anak-anak tampak aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti instruksi yang diberikan, sekaligus menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap tugas dan peran polisi di jalan raya.

Melalui pendekatan ini, diharapkan pesan disiplin dan keselamatan dapat tertanam secara alami tanpa kesan menggurui. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.

Kepala TK Negeri Pembina beserta para guru menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satlantas Polres Kubu Raya yang dinilai memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran karakter anak.

Kolaborasi antara pihak kepolisian dan dunia pendidikan ini diharapkan dapat memperkuat peran guru dalam mengingatkan dan membimbing anak-anak mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri, terutama saat berada di lingkungan jalan raya.

Aiptu Ade menambahkan bahwa melalui program ini, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada aturan lalu lintas secara teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami makna disiplin sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh seiring dengan perkembangan usia anak, sehingga kelak mereka menjadi individu yang patuh terhadap aturan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan bersama.

Kegiatan Polisi Sahabat Anak di TK Negeri Pembina ditutup dengan simulasi singkat penggunaan jalan yang aman.

Simulasi ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang cara bersikap di jalan raya, sekaligus meninggalkan kesan mendalam bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

Bagi anak-anak, momen tersebut menjadi pengalaman menyenangkan yang membuat mereka memandang polisi sebagai sosok yang dekat dan bersahabat.

Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Satlantas Polres Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis.

Upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mewujudkan lingkungan jalan raya yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kabupaten Kubu Raya.