Ekonomi Info Warga Kalbar Lokal

Pemkab Kubu Raya Siapkan Penataan Menyeluruh Pasar Kakap, Ubah Wajah Pasar Tradisional Jadi Lebih Modern

Foto. Bupati Sujiwo meninjau Pasar Sungai Kakap (Dok. Istimewa)

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersiap melakukan penataan menyeluruh terhadap kawasan Pasar Kakap di Kecamatan Sungai Kakap. Penataan ini menjadi salah satu agenda prioritas Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dalam upaya memperbaiki wajah pasar tradisional yang selama puluhan tahun dinilai kumuh, tidak tertata, dan kurang representatif.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Sujiwo saat melakukan peninjauan ke Pasar Kakap pada Senin (2/2/2026). Dalam kunjungan itu, ia melihat secara langsung kondisi kios pedagang, akses jalan, serta lingkungan sekitar pasar yang dinilai membutuhkan pembenahan serius dan terencana.

Menurut Sujiwo, Pasar Kakap memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat Sungai Kakap dan sekitarnya. Namun, kondisi fisik pasar yang tidak mengalami perubahan signifikan selama puluhan tahun dinilai menghambat kenyamanan pedagang dan minat masyarakat untuk berbelanja.

“Pasar ini sudah puluhan tahun kondisinya seperti ini. Banyak kios yang sudah tidak layak dan lingkungan yang terkesan kumuh. Ke depan, kita ingin Pasar Kakap tampil dengan wajah baru yang lebih rapi, bersih, dan memiliki nilai estetika,” ujar Sujiwo.

Sujiwo menegaskan, penataan Pasar Kakap tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga bertujuan menciptakan ruang ekonomi yang lebih manusiawi bagi pedagang dan nyaman bagi pengunjung. Pemerintah daerah ingin memastikan pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi rakyat tanpa kehilangan daya tariknya di tengah perkembangan pasar modern.

Keceriaan Siswa TK Warnai Program Polisi Sahabat Anak Satlantas Polres Kubu Raya

Ia menjelaskan bahwa kios-kios lama yang kondisinya sudah kumuh dan tidak memenuhi standar kelayakan akan dibongkar secara bertahap. Namun sebelum proses pembongkaran dilakukan, Pemkab Kubu Raya akan menyiapkan kios baru sebagai tempat relokasi sementara bagi para pedagang.

“Setelah kios baru dibangun, pedagang akan kita lokalisir terlebih dahulu. Setelah itu, bangunan lama yang sudah tidak layak ini akan kita robohkan,” jelasnya.

Dalam proses penataan tersebut, Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk melindungi kepentingan para pedagang. Seluruh kios yang terdampak pembongkaran dipastikan akan diganti dengan bangunan baru yang lebih layak, tertata, dan nyaman.

“Kami pastikan pedagang tidak dirugikan. Justru mereka akan mendapatkan kios yang lebih baik sehingga bisa berjualan dengan lebih nyaman,” tegasnya.

Menurutnya, penataan pasar yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi. Lingkungan pasar yang bersih dan tertata diyakini mampu menarik lebih banyak pengunjung, sehingga berpotensi meningkatkan omzet pedagang.

Perajin Sepatu Kulit Pontianak Tembus Pasar Internasional Lewat INACRAFT 2026

Selain penataan kios, Pemkab Kubu Raya juga menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan Pasar Kakap, khususnya akses jalan. Infrastruktur jalan dinilai menjadi elemen penting untuk menunjang kelancaran mobilitas pedagang maupun pengunjung pasar.

Sujiwo mengungkapkan, anggaran sebesar Rp400 juta telah dialokasikan untuk pembangunan jalan di area Pasar Kakap. Pekerjaan fisik tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal Februari 2026.

“Jalan di kawasan pasar ini akan segera kita bangun. Anggarannya sekitar Rp400 juta dan awal Februari sudah mulai dikerjakan,” katanya.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memperbaiki akses masuk dan keluar pasar, mengurangi genangan dan kerusakan jalan, serta menghilangkan kesan kumuh yang selama ini melekat pada kawasan Pasar Kakap.

Salah satu alasan utama penataan Pasar Kakap harus segera dilakukan, menurut Sujiwo, adalah karena kondisi pasar yang dinilai stagnan sejak era 1980-an. Selama lebih dari empat dekade, kawasan pasar tersebut hampir tidak mengalami perubahan berarti.

K Mall at Menara Jakarta Hadirkan Lunar Festival Imlek 2026 “A Season of Prosperity and Joy”

“Pasar Kakap ini dari tahun 80-an kondisinya seperti ini saja. Tidak ada perubahan signifikan. Maka dengan saya memimpin Kubu Raya, saya ingin mengubah wajah Pasar Kakap ini,” tegasnya.

Ia menilai, pasar tradisional tidak seharusnya identik dengan kekumuhan. Dengan perencanaan dan penataan yang tepat, pasar dapat menjadi ruang publik yang bersih, tertib, dan tetap mempertahankan identitas lokal.

Menariknya, Sujiwo juga melihat potensi Pasar Kakap untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal. Menurutnya, pasar tradisional yang tertata dengan baik, bersih, dan memiliki ciri khas dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Kalau ditata dengan baik, Pasar Kakap ini bukan hanya tempat jual beli, tapi juga bisa menjadi destinasi. Ada nilai ekonominya dan ada nilai estetikanya,” ujarnya.

Potensi tersebut dinilai dapat memberikan dampak ganda, tidak hanya bagi pedagang pasar, tetapi juga bagi perekonomian daerah secara keseluruhan melalui peningkatan aktivitas wisata dan UMKM.

Untuk mendukung kelancaran penataan Pasar Kakap, Sujiwo meminta seluruh unsur pemerintahan dan aparat keamanan setempat turut berperan aktif. Ia menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang agar proses penataan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya minta Camat, Kepala Desa Sungai Kakap, Danramil, Kapolsek, dan semua pihak terkait untuk segera melakukan sosialisasi. Kita bangunkan kios baru yang layak, bersih, dan tidak kumuh,” katanya.

Sujiwo optimistis, setelah penataan dan pelokalisiran pedagang dilakukan, aktivitas perdagangan di Pasar Kakap akan semakin menggeliat. Lingkungan pasar yang tertata diyakini akan meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja.

“Insya Allah setelah ditata dan dilokalisir, kios-kios ini akan lebih laris. Kalau kondisinya sudah rapi dan nyaman, pembeli pasti lebih senang datang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penataan Pasar Kakap merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kubu Raya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil.

“Pasar adalah urat nadi ekonomi rakyat. Kalau pasarnya bagus, pedagangnya sejahtera, ekonomi daerah juga ikut bergerak,” pungkas Sujiwo.