PONTIANAK – Pengurus Wilayah Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PW IWSS) Kalimantan Barat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 dengan menggelar kegiatan silaturahmi dan budaya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak, Minggu (1/2/2026). Peringatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi perempuan tersebut untuk memperkuat jaringan, meningkatkan peran sumber daya manusia, serta melestarikan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan di Kalimantan Barat.
Acara peringatan HUT ke-4 PW IWSS Kalbar berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh pengurus, anggota, serta undangan dari berbagai organisasi perempuan dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana refleksi atas perjalanan organisasi selama empat tahun terakhir.
Ketua PW IWSS Kalbar, Yuliana Arsyad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung eksistensi dan kegiatan organisasi sejak awal berdiri hingga memasuki usia keempat tahun. Ia menilai, perjalanan empat tahun ini merupakan proses pembelajaran berharga bagi IWSS Kalbar untuk terus bertumbuh dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Empat tahun perjalanan PW IWSS Kalimantan Barat adalah waktu yang cukup untuk membangun fondasi organisasi, memperkuat silaturahmi, dan meningkatkan peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujar Yuliana.
Menurutnya, silaturahmi yang terjalin melalui kegiatan organisasi menjadi modal utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif, dan inovatif. Hal ini sejalan dengan semangat IWSS untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat.
Yuliana menjelaskan, sejak berdiri, PW IWSS Kalbar telah aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah kunjungan ke panti jompo, panti asuhan, dan rumah tahfiz, serta keterlibatan dalam aksi kemanusiaan membantu warga yang terdampak bencana banjir.
“Berbagai kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata. IWSS ingin menjadi organisasi yang tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga dirasakan keberadaannya oleh lingkungan sekitar,” jelasnya.
Selain kegiatan sosial, PW IWSS Kalbar juga berkomitmen memperkuat peran perempuan dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal. Sebagai organisasi yang mewadahi perempuan keturunan Sulawesi Selatan di tanah perantauan, IWSS berupaya menjaga identitas budaya sekaligus menjadikannya sebagai sarana pemersatu dan kontribusi positif bagi daerah tempat bermukim.
Dalam kesempatan tersebut, Yuliana juga menyinggung langkah strategis PW IWSS Kalbar yang telah bergabung dengan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalimantan Barat. Menurutnya, bergabungnya IWSS dalam BKOW membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan organisasi perempuan lainnya.
“Dengan bergabung di BKOW, PW IWSS Kalbar dapat bersinergi dengan 46 organisasi perempuan lainnya. Banyak dukungan, penguatan, serta pembelajaran yang kami peroleh, yang tentu sangat bermanfaat bagi pengembangan organisasi ke depan,” katanya.
Ia menilai, sinergi antar organisasi perempuan sangat penting dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan dan penguatan peran perempuan di berbagai sektor.
Tak hanya aktif di tingkat daerah, PW IWSS Kalbar juga menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional. Yuliana mengungkapkan rasa bangga atas partisipasi IWSS Kalbar dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar di Jakarta, di mana perwakilan IWSS Kalbar berhasil meraih Juara III lomba tari tingkat nasional.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa IWSS Kalbar mampu tampil, berkiprah, dan berprestasi di tingkat nasional, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-4 PW IWSS Kalbar, Andi Misralena, mengatakan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Empat Tahun Melangkah, Memperkuat Jaringan, IWSS Bersinergi untuk Pembangunan SDM dan Ketahanan Budaya Kalimantan Barat.” Tema tersebut dipilih untuk merefleksikan semangat IWSS dalam membangun jaringan yang solid serta memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.
“Tema ini mencerminkan komitmen IWSS sebagai organisasi perempuan keturunan Sulawesi Selatan untuk terus bersinergi, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun pelestarian budaya di Kalimantan Barat,” ujar Andi.
Menurutnya, empat tahun perjalanan PW IWSS Kalbar merupakan wujud rasa syukur sekaligus momentum untuk semakin memperkenalkan organisasi ini kepada masyarakat luas. Melalui berbagai kegiatan positif, IWSS ingin dikenal sebagai organisasi yang inklusif, adaptif, dan berkontribusi nyata.
Andi menambahkan, peringatan HUT ke-4 ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan antar pengurus dan anggota. Dengan soliditas internal yang kuat, IWSS diharapkan mampu menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memelihara, melestarikan, dan memperkenalkan seni budaya serta kearifan lokal Sulawesi Selatan di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan HUT ke-4 PW IWSS Kalbar diisi dengan berbagai penampilan seni budaya, termasuk tarian tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan menjadi simbol komitmen IWSS dalam menjaga identitas budaya di tengah keberagaman Kalimantan Barat.
Melalui peringatan HUT ke-4 ini, PW IWSS Kalbar menegaskan tekadnya untuk terus melangkah maju, memperkuat jaringan organisasi, serta berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia dan pelestarian budaya. IWSS Kalbar berharap, ke depan organisasi ini dapat terus tumbuh, adaptif terhadap perubahan, dan menjadi mitra strategis pemerintah serta masyarakat dalam membangun Kalimantan Barat yang harmonis dan berdaya saing.
