PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau seluruh masyarakat, perangkat wilayah, serta pemangku kepentingan di Kota Pontianak untuk mendukung pelaksanaan tiga survei nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), dan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026.
Ketiga survei tersebut dijadwalkan berlangsung selama periode Januari hingga Maret 2026 dan akan menyasar rumah tangga di seluruh kecamatan di Kota Pontianak. Wali Kota menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat serta dukungan dari perangkat wilayah menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan survei tersebut.
“Saya mengajak seluruh warga Kota Pontianak untuk berpartisipasi aktif dan menerima petugas survei BPS dengan baik. Data yang dikumpulkan melalui survei ini sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan pemerintah,” ujar Edi, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, data statistik yang dihasilkan BPS memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tanpa dukungan masyarakat, kualitas data yang diperoleh tidak akan optimal, sehingga dapat berpengaruh terhadap ketepatan kebijakan yang diambil pemerintah.
Edi menjelaskan bahwa Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 merupakan survei rutin yang dilaksanakan BPS secara berkesinambungan. Sakernas bertujuan untuk memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi ketenagakerjaan, termasuk jumlah angkatan kerja, tingkat pengangguran terbuka, serta dinamika pasar kerja di suatu wilayah.
“Sakernas menjadi rujukan utama pemerintah dalam melihat kondisi ketenagakerjaan. Dari survei ini, kita bisa mengetahui bagaimana situasi lapangan kerja, tingkat pengangguran, dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan, data Sakernas sangat penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan terkait penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyusunan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 merupakan salah satu survei strategis yang menyediakan berbagai indikator sosial dan ekonomi masyarakat. Susenas menjadi sumber utama data pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Banyak indikator penting yang bersumber dari Susenas, seperti angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pendidikan, hingga kondisi kesejahteraan masyarakat,” kata Edi.
Ia menegaskan bahwa akurasi data Susenas sangat menentukan kualitas perencanaan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Oleh karena itu, keterbukaan dan kejujuran responden dalam memberikan jawaban menjadi hal yang sangat penting.
Selain Susenas dan Sakernas, BPS juga akan melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026. Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk pemahaman, sikap, dan perilaku dalam mengelola keuangan.
“SNLIK memotret sejauh mana masyarakat memahami dan memanfaatkan layanan keuangan formal, seperti perbankan, asuransi, serta berbagai produk pembiayaan,” ujar Edi.
Menurutnya, data SNLIK menjadi landasan penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan peningkatan literasi keuangan serta perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan BPS, kegiatan pemutakhiran dan pendataan rumah tangga untuk Sakernas akan dilaksanakan pada 24 Januari hingga 25 Februari 2026. Susenas dijadwalkan berlangsung pada 21 Januari hingga 16 Februari 2026, sedangkan SNLIK akan dilaksanakan mulai 26 Januari hingga 18 Februari 2026.
Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan survei tersebut, Wali Kota Pontianak juga mengimbau seluruh perangkat wilayah, khususnya RT dan RW, untuk berperan aktif membantu petugas BPS di lapangan. Dukungan tersebut terutama dalam hal identifikasi lokasi rumah tangga sampel serta penyampaian informasi kepada warga.
“RT dan RW memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di lapangan. Dengan bantuan mereka, petugas survei akan lebih mudah menjangkau responden dan memastikan pendataan berjalan lancar,” katanya.
Edi berharap perangkat RT dan RW turut menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa petugas yang datang merupakan petugas resmi BPS yang menjalankan tugas negara. Dengan demikian, masyarakat tidak ragu untuk menerima dan memberikan data yang dibutuhkan.
Ia juga menekankan bahwa seluruh data yang dikumpulkan BPS dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan statistik, bukan untuk kepentingan lain yang merugikan masyarakat.
“Partisipasi masyarakat dalam survei ini merupakan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Semakin baik kualitas data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan yang dapat dirumuskan,” tegasnya.
Dengan dukungan seluruh pihak, Wali Kota berharap pelaksanaan Susenas, Sakernas, dan SNLIK 2026 di Kota Pontianak dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan data yang akurat, valid, serta bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Data yang baik adalah fondasi pembangunan yang baik. Mari kita bersama-sama mendukung pelaksanaan survei ini demi kemajuan Kota Pontianak,” pungkas Edi.
