PONTIANAKINFOMEDIA.COM, PONTIANAK -Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pontianak menggelar aksi sosial berbagi takjil di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA), Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan sekaligus bentuk kepedulian terhadap pasien dan keluarga yang tengah menjalani perawatan.
Ketua TP-PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, turun langsung membagikan takjil bersama perwakilan Rumah Makan Gratis, Iqbal Muthahar, serta didampingi jajaran manajemen rumah sakit. Paket takjil diserahkan kepada pasien dan keluarga pasien yang sedang menunggu waktu berbuka puasa.
Yanieta menjelaskan, pemilihan rumah sakit sebagai lokasi kegiatan dilatarbelakangi rasa empati kepada mereka yang harus menjalani pengobatan di bulan suci Ramadan. Menurutnya, tidak semua orang dapat merayakan Ramadan dalam suasana yang nyaman di rumah bersama keluarga.
“Alhamdulillah, hari ini TP-PKK Kota Pontianak bersama Rumah Makan Gratis berkolaborasi dalam kegiatan Ramadan dengan berbagi takjil di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie. Ini menjadi bagian dari program kerja PKK sekaligus momentum ibadah untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian,” ujarnya.
Aksi berbagi takjil tersebut bukan sekadar membagikan makanan berbuka, tetapi juga menghadirkan dukungan moril bagi pasien dan keluarga. Kehadiran langsung pengurus TP-PKK di tengah pasien diharapkan mampu memberikan semangat tambahan bagi mereka yang tengah berjuang memulihkan kesehatan.
Yanieta berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan motivasi kepada pasien agar tetap optimistis dalam menjalani perawatan. Di sisi lain, keluarga yang setia mendampingi juga diharapkan merasakan perhatian dan dukungan sosial.
“Semoga kegiatan ini bisa memotivasi pasien untuk segera sembuh dan memberikan semangat kepada keluarga pasien yang mendampingi,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Rumah Makan Gratis disebut sebagai bentuk sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan komunitas sosial dalam memperkuat nilai gotong royong, khususnya selama Ramadan. Kerja sama tersebut juga menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat dibangun melalui kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Eva Nurfarihah, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar TP-PKK Kota Pontianak bersama Rumah Makan Gratis. Ia menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi suasana rumah sakit, terutama bagi pasien dan keluarga yang sedang menjalani perawatan.
“Kami selaku manajemen rumah sakit mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP-PKK Kota Pontianak beserta tim dan juga kepada Pak Iqbal dari Rumah Makan Gratis. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa berkah bagi semua,” ujarnya.
Menurut Eva, perhatian dan dukungan seperti ini sangat berarti, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan kebersamaan dan kepedulian. Kehadiran berbagai pihak yang menunjukkan empati di lingkungan rumah sakit turut membantu menciptakan suasana yang lebih hangat dan humanis.
Kegiatan berbagi takjil di RSUD SSMA menjadi salah satu agenda sosial TP-PKK Kota Pontianak selama Ramadan 2026. Selain sebagai bagian dari program kerja organisasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ramadan kerap dimaknai sebagai bulan penuh berkah yang mendorong umat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Melalui aksi ini, TP-PKK Kota Pontianak ingin menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, tidak hanya melalui program pemberdayaan keluarga, tetapi juga lewat kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan tetap memperhatikan kenyamanan pasien. Paket takjil dibagikan secara langsung di sejumlah ruang perawatan dengan didampingi petugas rumah sakit.
Dengan adanya kolaborasi antara TP-PKK Kota Pontianak dan Rumah Makan Gratis, diharapkan semangat berbagi di bulan Ramadan semakin meluas dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Penulis: Rezky





