PONTIANAKINFOMEDIA.COM, PONTIANAK- Suasana dini hari di Kota Pontianak tampak berbeda pada Minggu (8/3/2026). Ribuan pengendara motor dari berbagai komunitas berkumpul mengikuti kegiatan Sahur On The Road yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa Ramadan ini dimulai dan berakhir di depan Alun-Alun Kapuas, salah satu ikon ruang publik di Kota Pontianak.
Tidak sekadar berkendara bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan sembako kepada para pengemudi ojek online yang setiap hari bekerja di jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Melalui kegiatan ini, para bikers ingin menunjukkan bahwa komunitas motor tidak hanya identik dengan hobi berkendara, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Sebanyak 83 klub motor dari berbagai daerah di Kalimantan Barat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka memulai perjalanan dengan konvoi tertib melewati sejumlah ruas jalan utama Kota Pontianak sebelum kembali ke titik awal untuk melaksanakan sahur bersama.
Kegiatan yang digelar pada waktu menjelang sahur ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Selain menjadi ajang silaturahmi antar komunitas motor, kegiatan tersebut juga menjadi momentum berbagi di bulan suci Ramadan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Motor Indonesia Kalimantan Barat dan seluruh komunitas motor yang telah menginisiasi kegiatan positif tersebut.
Menurutnya, kegiatan Sahur On The Road menjadi bukti bahwa komunitas motor memiliki semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Ini menunjukkan bahwa para bikers memiliki satu tujuan yang sama, yakni mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kepada sesama di bulan Ramadan. Kegiatan seperti ini sangat positif dan patut diapresiasi,” ujar Edi.
Ia juga menilai kegiatan yang melibatkan banyak komunitas motor tersebut mampu memperkuat hubungan antaranggota komunitas sekaligus membangun citra positif dunia otomotif di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Edi mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Ia berharap para bikers dapat menjadi contoh bagi pengendara lain dalam berkendara di jalan raya.
Menurutnya, komunitas motor memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk budaya berkendara yang aman dan tertib.
“Para bikers diharapkan bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan memberikan contoh yang baik, maka akan tercipta suasana berkendara yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan,” katanya.
Edi juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin, tidak hanya sebagai ajang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.
Ia menambahkan bahwa Kota Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat harus terus menjaga suasana yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh warganya.
“Semoga Pontianak menjadi kota yang damai, dilindungi Allah SWT, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Barat Yuliansyah menjelaskan bahwa kegiatan Sahur On The Road ini merupakan agenda kebersamaan yang bertujuan mempererat hubungan antar komunitas motor di Kalimantan Barat.
Menurutnya, IMI Kalbar ingin membangun citra komunitas motor yang tidak hanya fokus pada hobi otomotif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan keselamatan berlalu lintas.
“Saya ingin selalu membangun silaturahmi dengan teman-teman komunitas motor. Kita harus menunjukkan bahwa komunitas motor bisa menjadi pelopor keselamatan di jalan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran komunitas motor dalam memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya terkait bahaya balap liar yang sering terjadi di jalanan.
Dalam beberapa waktu terakhir, kata Yuliansyah, kasus balap liar kembali menjadi perhatian karena telah menimbulkan korban jiwa di wilayah Pontianak.
“Dalam dua bulan terakhir sudah ada dua korban akibat balap liar. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.
Karena itu, ia berharap komunitas motor dapat menjadi bagian dari solusi dengan mengarahkan minat dan hobi anak muda pada kegiatan otomotif yang lebih positif dan terorganisir.
Menurutnya, komunitas motor dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat di bidang otomotif secara sehat, aman, dan sesuai aturan.
“Kita harus mengayomi adik-adik kita agar tidak terlibat balap liar. Hobi otomotif bisa disalurkan melalui kegiatan komunitas yang positif,” jelasnya.
Selain itu, Yuliansyah juga mengungkapkan bahwa Pontianak akan menjadi tuan rumah jambore komunitas motor dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan berbagai klub motor dari seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Jambore tersebut diharapkan dapat menjadi ajang mempererat solidaritas antar komunitas sekaligus memperkenalkan kegiatan otomotif yang lebih tertib dan bertanggung jawab.
“Kami ingin memperkuat solidaritas antar komunitas motor sekaligus mempromosikan kegiatan otomotif yang aman dan tertib,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia otomotif di Kalimantan Barat.
Selain konvoi dan aksi sosial, kegiatan Sahur On The Road juga menjadi momentum bagi para bikers untuk mempererat kebersamaan. Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling bertukar cerita, pengalaman, hingga memperluas jaringan pertemanan antar komunitas.
Setelah rangkaian kegiatan konvoi selesai, para peserta kemudian berkumpul kembali di kawasan Alun-Alun Kapuas untuk melaksanakan sahur bersama. Suasana kebersamaan terlihat hangat ketika para bikers duduk bersama menikmati hidangan sahur yang telah disiapkan panitia.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa komunitas motor tidak hanya sekadar wadah bagi para pecinta otomotif, tetapi juga dapat menjadi ruang kebersamaan yang mendorong lahirnya kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Sahur On The Road ini, IMI Kalbar berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di kalangan komunitas motor, sekaligus memperkuat citra positif para bikers di tengah masyarakat.
Ramadan pun menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi, menebar kebaikan, dan membangun solidaritas antar sesama.




