PONTIANAKINFOMEDIA.COM, PONTIANAK- Aktivitas perjalanan udara menjelang Hari Raya Idulfitri mulai menunjukkan peningkatan di Bandara Internasional Supadio.

Pihak pengelola bandara memprediksi lonjakan jumlah penumpang akan terjadi pada puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada H-2 Lebaran.

Brand Communication & CSR Department Head Angkasa Pura Airports di Bandara Supadio, Joko Wahyudi, mengatakan bahwa peningkatan pergerakan penumpang diproyeksikan terjadi pada 19 Maret 2026.

Menurutnya, pada periode tersebut jumlah penumpang diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 3,03 persen dibandingkan hari-hari biasa.

“Untuk arus mudik, kami memprediksi puncaknya terjadi pada H-2 Lebaran, yakni sekitar tanggal 19 Maret. Pada hari tersebut diperkirakan jumlah penumpang mencapai sekitar 11.835 orang,” ujarnya saat ditemui di Bandara Supadio, Jumat (13/3/2026).

Tidak hanya jumlah penumpang, peningkatan juga diperkirakan terjadi pada frekuensi pergerakan pesawat. Berdasarkan proyeksi yang disusun oleh pihak bandara, jumlah penerbangan diprediksi naik sekitar 3,70 persen.

Jika pada hari normal pergerakan pesawat berada pada angka tertentu, pada masa puncak arus mudik diperkirakan dapat mencapai sekitar 85 pergerakan pesawat dalam satu hari.

Menurut Joko, peningkatan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Idulfitri, di mana mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan.

“Lonjakan ini biasanya terjadi karena banyak masyarakat yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa prediksi peningkatan jumlah penumpang tersebut didasarkan pada beberapa indikator yang telah dianalisis oleh pihak bandara.

Salah satu indikator utama adalah data penjualan tiket penerbangan yang menunjukkan tren peningkatan menjelang masa libur Lebaran.

Selain itu, faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan penumpang adalah momentum libur sekolah yang berdekatan dengan perayaan hari besar keagamaan.

“Kami melihat dari data penjualan tiket yang sudah mulai meningkat. Selain itu juga dipengaruhi oleh faktor libur sekolah serta momen libur panjang yang berdekatan,” katanya.

Menurutnya, kombinasi berbagai faktor tersebut berpotensi meningkatkan jumlah perjalanan udara, baik untuk keperluan mudik maupun liburan.

Meski prediksi lonjakan sudah terlihat dari berbagai indikator, hingga beberapa hari menjelang puncak arus mudik aktivitas di bandara masih tergolong normal.

Joko mengatakan bahwa saat ini pergerakan penumpang masih berada pada kondisi relatif landai dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Untuk saat ini belum terlihat lonjakan yang signifikan. Aktivitas masih berjalan normal seperti hari-hari biasa,” ujarnya.

Ia memperkirakan peningkatan jumlah penumpang baru akan mulai terlihat pada awal pekan menjelang H-2 Lebaran.

“Pergerakan kemungkinan mulai terlihat pada awal pekan, sekitar hari Senin,” tambahnya.

Mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak pengelola Bandara Supadio memastikan berbagai persiapan telah dilakukan.

Persiapan tersebut meliputi pengecekan fasilitas terminal, peningkatan koordinasi dengan maskapai penerbangan, serta penguatan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan yang beroperasi di lingkungan bandara.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan kepada penumpang dapat berjalan dengan lancar.

“Kami memastikan seluruh fasilitas terminal berfungsi dengan baik. Selain itu, koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus kami lakukan agar pelayanan kepada penumpang tetap optimal,” ungkap Joko.

Untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang, sejumlah maskapai penerbangan juga telah mengajukan penerbangan tambahan atau extra flight.

Berdasarkan data sementara yang diterima pihak bandara, maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan antara lain Super Air Jet dan Pelita Air.

Penerbangan tambahan tersebut direncanakan melayani sejumlah rute populer yang banyak diminati masyarakat, seperti penerbangan menuju Yogyakarta, Denpasar, dan Semarang.

“Untuk extra flight, saat ini yang sudah mengajukan di antaranya Super Air Jet dengan beberapa tujuan seperti Yogyakarta, Denpasar, dan Semarang,” jelasnya.

Penambahan penerbangan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan penumpang sekaligus memberikan lebih banyak pilihan jadwal perjalanan bagi masyarakat.

Meski terdapat tambahan penerbangan, jam operasional Bandara Supadio hingga saat ini masih tetap normal dan tidak mengalami perubahan.

Bandara tetap beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB setiap harinya.

Menurut Joko, pengaturan jam operasional tersebut dinilai masih mampu mengakomodasi kebutuhan penerbangan selama periode mudik Lebaran.

“Kami tetap beroperasi sesuai jadwal normal, dari pukul 06.00 hingga 20.00 WIB,” katanya.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, pihak pengelola bandara berharap arus mudik melalui Bandara Supadio dapat berjalan lancar.

Selain memastikan kelancaran operasional penerbangan, pengelola bandara juga berupaya memberikan kenyamanan bagi para penumpang selama berada di area terminal.

“Kami berharap seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan melalui Bandara Supadio dapat merasakan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar,” tutup Joko.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri, Bandara Supadio diperkirakan akan menjadi salah satu titik penting dalam mendukung kelancaran arus mudik di Kalimantan Barat, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara menuju berbagai kota di Indonesia.

Penulis: Rizky