Daerah Kesehatan Lingkungan
Beranda / Lingkungan / Biong Dibidik Jadi Sumber Air Baku Baru Pontianak, Kadar Garam Hanya 11 mg/L

Biong Dibidik Jadi Sumber Air Baku Baru Pontianak, Kadar Garam Hanya 11 mg/L

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mulai membidik kawasan Biong, Kubu Raya, sebagai salah satu calon sumber air baku alternatif di tengah ancaman intrusi air laut dan kemarau panjang yang menekan kualitas air Sungai Kapuas.

Biong yang berada di aliran Sungai Landak berjarak sekitar 22 kilometer dari Waduk Penepat. Lokasi ini ditinjau langsung Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Selasa (22/9/2026) sore.

Tim Laboratorium Perumda Tirta Khatulistiwa turut mengambil sampel air untuk menguji kualitasnya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kadar garam di lokasi hanya 11 miligram per liter. Angka tersebut menjadi sinyal positif karena lokasi Biong dinilai lebih jauh dari pengaruh pasang air laut.

“Ini salah satu alternatif yang kita lihat karena semakin jauh dari pengaruh pasang air laut, kualitas air diharapkan semakin tawar,” kata Edi.

Jual Arisan Bodong Lewat Instagram, Satu Korban Rugi Rp61,2 Juta

Namun, Edi menegaskan kualitas air tidak menjadi satu-satunya pertimbangan. Pemkot Pontianak masih harus menghitung aspek teknis dan biaya, mulai dari lebar serta kedalaman sungai, jarak menuju instalasi pengolahan air, hingga kebutuhan pembangunan jaringan perpipaan.

“Bukan hanya soal airnya tawar atau tidak. Kita harus hitung aksesnya, jaraknya ke instalasi pengolahan, sampai bagaimana nanti jaringan pipanya,” ujarnya.

Salah satu skema yang mulai dikaji adalah membangun sambungan pipa dari arah Waduk Penepat menuju kawasan Biong. Namun, karakter Sungai Landak dan kelayakan operasionalnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

“Untuk Biong, salah satu kemungkinan yang perlu kita kaji adalah menyambungkan pipa dari arah Waduk Penepat,” jelasnya.

Tak Mau Bergantung pada Satu Sumber

Edi menyebut pencarian sumber air alternatif merupakan langkah jangka panjang agar Pontianak tidak kembali bergantung pada satu sumber air baku.

Pengalaman menghadapi kemarau panjang dan intrusi air laut menjadi evaluasi penting bagi Pemkot untuk membangun sistem penyediaan air yang memiliki sumber cadangan dengan risiko berbeda dari Waduk Penepat.

“Kita tidak ingin hanya mengandalkan satu sumber. Semua alternatif akan kita uji dan hitung secara teknis,” tegasnya.

Menurut Edi, kajian Biong bukan sekadar solusi saat kondisi darurat, tetapi bagian dari strategi menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Pontianak dalam jangka panjang.

“Ikhtiar ini kita lakukan supaya kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga, hari ini maupun ke depan,” pungkasnya.

Berita Populer

01

Pengusaha Kalbar Siman Bahar Meninggal Dunia di Tiongkok

02

MABT Indonesia Gelar Rakernas 2026 untuk Perkuat Program Kerja Nasional

03

Rakerwil I ICDN Kalbar, Cendekiawan Dayak Siap Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

04

Lebih Elegan dan Eksklusif, Frank & co. Buka Kembali Gerai Ikonik di GAIA Pontianak

05

Menghadapi Digitalisasi: Masa Depan Media Cetak di Dunia yang Serba Online

Advertisement

Berita Lainnya