Kalbar Liputan Khusus Lokal

Pemprov Kalbar Apresiasi KPID, Dorong Penguatan Penyiaran Berbasis Budaya Lokal

PONTIANAK – Mewakili Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Chistianus Lumano, menghadiri kegiatan Evaluasi Akhir Tahun Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Restoran Dapoer Nusantara, Jumat (19/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Lumano menyampaikan apresiasi kepada KPID Provinsi Kalimantan Barat atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen dalam mengawal penyelenggaraan penyiaran di wilayah Kalimantan Barat.

Ia menegaskan bahwa evaluasi akhir tahun bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk menilai capaian kinerja, mengidentifikasi kekurangan, serta merumuskan langkah-langkah ke depan agar penyiaran semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kehadiran KPID Provinsi Kalimantan Barat di tengah masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga kualitas siaran yang ditayangkan oleh berbagai lembaga penyiaran, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh tayangan yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Lumano menilai tema evaluasi tahun ini, “Peran Penyiaran Lokal dalam Peningkatan Identitas dan Budaya Daerah”, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah arus globalisasi dan derasnya pengaruh budaya luar, penyiaran lokal memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga, memperkenalkan, dan memperkuat jati diri daerah.

Gedung Perpustakaan Baru Pontianak Dongkrak Minat Baca, Kunjungan Meningkat Tajam

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh lembaga penyiaran di Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan porsi siaran yang mengangkat konten lokal, menggunakan bahasa daerah, menampilkan seni dan tradisi, serta menyuarakan kearifan lokal yang mencerminkan identitas Kalimantan Barat yang beradab, toleran, dan berkepribadian,” ajaknya.

Selain itu, ia juga mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Daerah dan KPID, khususnya dalam meningkatkan kualitas siaran di wilayah perbatasan. Menurutnya, sinergi yang kuat akan membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat perbatasan serta mendorong pembangunan daerah yang lebih merata.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Lumano, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan penyiaran daerah yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab. Pemprov Kalbar memandang KPID sebagai mitra strategis dalam mewujudkan ekosistem penyiaran yang sehat, tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga edukasi, penyediaan informasi berkualitas, serta penguatan karakter bangsa.

“Saya berharap melalui evaluasi akhir tahun ini, KPID Kalimantan Barat dapat merumuskan rekomendasi dan program kerja yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi utama,” pungkasnya.

Dishub Pontianak Matangkan Layanan Angkutan Massal BTS Berbasis Teknologi Digital