PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik dibukanya rute penerbangan internasional Pontianak–Kuala Lumpur oleh Maskapai Batik Air dari Grup Lion Air. Penerbangan perdana rute tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 6 Januari 2026 dari Pontianak menuju Kuala Lumpur. Sementara itu, sehari sebelumnya, yakni 5 Januari 2026, pesawat Batik Air akan tiba di Bandara Internasional Supadio membawa penumpang dari Kuala Lumpur ke Pontianak.
“Tentunya kami dari Pemerintah Kota Pontianak sangat menyambut baik pembukaan rute ini karena semakin memperluas dan menambah jumlah penerbangan langsung, baik dari Pontianak ke Kuala Lumpur maupun sebaliknya. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan,” ujar Edi usai menerima kunjungan perwakilan Lion Air Group dan Batik Air di ruang kerjanya, Senin (29/12/2025).
Ia menilai, dibukanya rute penerbangan internasional secara langsung tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Pontianak dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi. Dengan konektivitas udara yang semakin mudah, Pontianak diharapkan semakin dikenal dan diminati oleh wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia.
“Ini tentu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Pelaku usaha, UMKM, perhotelan, hingga sektor jasa lainnya akan ikut merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Edi juga berharap ke depan frekuensi penerbangan dapat terus ditingkatkan seiring dengan tingginya minat masyarakat dan wisatawan terhadap rute internasional tersebut.
Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa pembukaan rute Pontianak–Kuala Lumpur merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas dan memperkuat konektivitas penerbangan internasional, sekaligus mendukung pengembangan potensi daerah.
“Batik Air menghadirkan kemudahan perjalanan internasional dari berbagai kota di Indonesia melalui rute Pontianak–Kuala Lumpur. Hal ini menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan darat dan udara yang memakan waktu lama untuk terbang ke luar negeri,” jelasnya.
Selain mendukung mobilitas penumpang, pembukaan rute ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.
