PONTIANAK – Antusiasme umat Muslim dalam menunaikan ibadah haji tahun 2026 turut dirasakan oleh seorang gadis muda asal Pontianak, Kalimantan Barat. Di usianya yang baru 13 tahun, Aila Afifah menjadi perhatian publik setelah tercatat sebagai salah satu calon jemaah haji termuda di Indonesia.

Keberangkatan Aila ke Tanah Suci pada Mei 2026 bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Ia berangkat dengan penuh keikhlasan untuk menggantikan mendiang ibundanya yang telah wafat. Di balik usia yang masih sangat muda, Aila menunjukkan keteguhan hati dalam mengemban amanah keluarga sekaligus menjalankan rukun Islam kelima.

Aila merupakan siswi sekolah dasar di Pontianak. Ia dijadwalkan berangkat bersama ayahnya, Ismail Oemar, serta bibinya pada awal Mei. Sang ayah mengungkapkan bahwa awalnya keluarga mereka direncanakan berangkat pada tahun 2027. Namun, adanya tambahan kuota jemaah haji membuat jadwal keberangkatan dimajukan ke tahun ini.

“Seharusnya kami berangkat tahun 2027, tapi karena ada tambahan kuota jemaah haji, akhirnya bisa berangkat lebih cepat tahun ini,” ujar Ismail.

Meski masih belia, Aila mengaku telah mempersiapkan berbagai keperluan hajinya secara mandiri. Ia juga menyampaikan niat tulusnya untuk berangkat ke Tanah Suci, yakni mendoakan sang ibu.

“Saya ingin mendoakan ibu di Tanah Suci. Semoga ibadah haji saya berjalan lancar,” ucap Aila.

Di tengah dominasi jemaah haji usia dewasa hingga lanjut usia, kehadiran Aila menjadi simbol ketulusan, bakti, dan kekuatan seorang anak. Kisahnya juga menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk menjalankan ibadah, selama niat dan kesiapan telah tertanam dengan kuat.