JAKARTA – PTP Nonpetikemas kembali menegaskan perannya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis Creating Shared Value (CSV).
Pada tahun ini, perusahaan memfokuskan program pada peningkatan kapasitas dan sertifikasi profesi bagi Pekerja Harian di wilayah operasional Terminal Kijing, guna mendukung peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan.
Melalui program TJSL Peduli Pendidikan, PTP Nonpetikemas menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi profesi selama tiga hari pada awal Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Mempawah dan diikuti oleh sembilan Pekerja Harian. Seluruh biaya pelaksanaan program ditanggung oleh perusahaan melalui dana TJSL, sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan akses pelatihan dan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Materi pelatihan disusun secara menyeluruh dan aplikatif, mencakup tiga area utama operasional pelabuhan, yakni penanganan General Cargo, Curah Kering, serta Curah Cair dan Barang Berbahaya. Peserta dibekali pemahaman terkait IMSBC Code dan IMDG Code, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kelengkapan dokumen dan muatan, hingga prosedur penanganan kondisi darurat dan potensi pencemaran. Selain teori, peserta juga mengikuti praktik lapangan berupa kegiatan stevedoring, cargodoring, serta receiving dan delivery untuk berbagai komoditas seperti alumina, batubara, methanol, dan FAME.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PTP Nonpetikemas, Bambang Sakti, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan tenaga kerja lokal.
“Perusahaan berupaya memastikan SDM di sekitar wilayah operasional memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri kepelabuhanan. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para pekerja tidak hanya lebih kompetitif, tetapi juga dapat bekerja dengan standar keselamatan yang lebih baik,” jelas Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menekankan pentingnya sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam menjalankan program berbasis CSV. “Inisiatif ini dirancang untuk memberikan nilai bersama, dengan mendorong peningkatan kompetensi, perlindungan sosial, serta peluang kerja yang lebih berkelanjutan bagi Pekerja Harian. Kami ingin dampak program benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Salah satu peserta pelatihan, Taufik Hidayat, yang sehari-hari bekerja sebagai Pekerja Harian di Terminal Kijing, mengungkapkan bahwa program ini memberikan manfaat signifikan bagi dirinya.
“Selama ini saya bekerja di lapangan berdasarkan pengalaman. Setelah ikut pelatihan, saya jadi lebih paham prosedur kerja yang benar dan aman. Ilmu yang didapat membuat saya lebih yakin dan percaya diri saat menjalankan tugas di terminal,” ungkap Taufik.
Ke depan, PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk terus mengembangkan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata, khususnya dalam memperkuat kapasitas serta daya saing tenaga kerja lokal di wilayah operasional perusahaan.
