PONTIANAKINFOMEDIA.COM, KUBU RAYA- Zulkarnaen, salah satu bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2030, semakin menegaskan kesiapannya untuk memimpin roda organisasi olahraga tersebut.

Dengan bekal pengalaman panjang dalam dunia pembinaan atlet, ia secara resmi mendaftarkan diri pada Jumat (3/4/2026) dan menyampaikan sejumlah misi strategis yang menjadi fokus utamanya apabila terpilih.

Zulkarnaen datang dengan dukungan kuat dari 26 cabang olahraga (cabor) yang menilai dirinya sebagai sosok yang memahami kebutuhan pembinaan atlet di tingkat daerah. Dukungan ini menurutnya menjadi motivasi tambahan untuk membawa perubahan signifikan bagi masa depan olahraga di Kubu Raya.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa peningkatan anggaran menjadi prioritas penting untuk memperkuat program kerja KONI. Menurutnya, tanpa dukungan anggaran yang memadai, berbagai program pembinaan maupun peningkatan prestasi akan sulit mencapai hasil maksimal.

“Ke depannya, kita akan memperjuangkan tambahan anggaran bagi KONI Kubu Raya. Anggaran yang kuat berarti program berjalan lebih optimal—mulai dari pembinaan, peningkatan fasilitas, hingga kesiapan atlet menghadapi berbagai kejuaraan,” ujarnya.

Zulkarnaen menilai bahwa dukungan finansial yang memadai akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas latihan, sarana yang digunakan, serta pelaksanaan program pembinaan jangka panjang. Ia juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas atlet bukan hanya soal latihan, tetapi juga termasuk pemenuhan kebutuhan kesejahteraan yang mampu menjaga motivasi dan fokus mereka.

Tak hanya berbicara mengenai anggaran, Zulkarnaen turut menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap atlet-atlet yang telah menorehkan prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Menurutnya, penghargaan kepada atlet berprestasi bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan moral agar mereka terus berkembang.

“Atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah harus diberikan perhatian lebih—baik dari sisi pembinaan lanjutan, fasilitas pendukung, maupun penghargaan. Prestasi mereka adalah aset daerah,” tuturnya tegas.

Sebagai figur yang telah memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kubu Raya selama dua periode, Zulkarnaen bukan orang baru dalam dunia keolahragaan daerah. Pengalaman tersebut membuatnya memahami tantangan pembinaan dari akar rumput hingga persiapan atlet menghadapi kompetisi besar. Ia mengaku memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana sistem pembinaan harus dijalankan, termasuk pentingnya komunikasi yang baik antara pelatih, atlet, cabor, dan pemerintah.

Zulkarnaen juga menegaskan bahwa keberhasilan KONI tidak dapat dilepaskan dari peran Pemerintah Daerah. Menurutnya, kolaborasi erat antara keduanya sangat penting agar agenda peningkatan prestasi olahraga dapat berjalan lebih terarah, terstruktur, dan berkesinambungan.

“KONI tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada sinergi yang kuat dengan Pemerintah Daerah, terutama terkait penyediaan anggaran, pembangunan fasilitas olahraga, dan penyelarasan program pembinaan dengan visi pembangunan daerah,” tambahnya.

Dengan dukungan yang mengalir dari berbagai cabang olahraga, Zulkarnaen menyatakan optimismenya bahwa ke depan Kubu Raya dapat melahirkan lebih banyak atlet yang berprestasi dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Ia berharap keberadaan KONI nantinya tidak hanya menjalankan fungsi koordinasi, tetapi juga benar-benar menjadi wadah pembinaan yang efektif dan berorientasi pada prestasi.

“Kita semua tentu ingin melihat atlet Kubu Raya tampil percaya diri dan membawa pulang prestasi. Itu bisa terwujud jika seluruh pihak bergerak bersama,” ujarnya.

Zulkarnaen menutup keterangannya dengan mengajak seluruh pengurus cabor, pelatih, atlet, serta pemangku kepentingan lainnya untuk terus menjaga persatuan demi tercapainya target pembinaan yang lebih baik. Ia menyebut bahwa masa depan olahraga Kubu Raya akan sangat ditentukan oleh kekompakan semua pihak yang terlibat.

Dengan visi pembinaan berkelanjutan, perjuangan tambahan anggaran, dan fokus pada kesejahteraan atlet berprestasi, Zulkarnaen berharap pencalonannya dapat memberikan warna baru bagi kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Kubu Raya.