Kalbar Lokal

HMI Sambas Gelar Dialog Kepemudaan, Tekankan Peran Pemuda dalam Merawat Kerukunan

Foto. Istimewa

SAMBAS – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sambas menggelar Dialog Kepemudaan bertema “Pemuda Bersatu Merawat Kerukunan dalam Keberagaman” di Aula Kampus Poltesa.

Kegiatan ini menghadirkan sekitar 50 peserta dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Sambas.

Peserta berasal dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah kampus, mahasiswa Poltesa, serta organisasi kepemudaan seperti HMI, PMKRI, dan GMNI. Acara menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sambas, Nazarudin, serta Kasat Binmas Polres Sambas, Iptu Bambang.

Pemuda sebagai Penjaga Kerukunan

Ketua HMI Cabang Sambas, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa dialog kepemudaan ini digelar untuk menyatukan sudut pandang dan memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan di tengah tantangan zaman.

“Dialog kepemudaan ini diikuti kurang lebih 50 peserta dari lintas OKP dan pengurus BEM kampus. Harapannya, pemuda tidak larut begitu saja dalam perkembangan zaman, melainkan mampu mengambil peran strategis dalam menjaga kesatuan dan keberagaman,” ujarnya.

Gedung Perpustakaan Baru Pontianak Dongkrak Minat Baca, Kunjungan Meningkat Tajam

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Dengan forum-forum seperti ini, pemuda dapat memahami tanggung jawabnya dan ikut serta dalam menjaga persatuan Indonesia,” katanya.

Tantangan Media dan Isu Kebangsaan

Ketua FKUB Sambas, Nazarudin, menyoroti pentingnya peran pemuda dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

“Arus informasi di media sosial sangat cepat dan dapat memengaruhi kehidupan kita. Karena itu, pemuda harus mampu menyaring, memahami, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa isu-isu sensitif seperti Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) harus diwaspadai agar tidak menjadi pemicu konflik.

Dishub Pontianak Matangkan Layanan Angkutan Massal BTS Berbasis Teknologi Digital

“Hal-hal sensitif yang menyangkut SARA harus kita perhatikan bersama. Pemuda harus mampu mencegah penyalahgunaan isu tersebut yang berpotensi memecah belah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, dialog seperti ini memberi ruang bagi pemuda untuk memahami etika bernegara dan mengenali potensi isu pemecah belah sebelum berkembang menjadi ancaman disintegrasi bangsa.

“Jangan sampai isu SARA dijadikan alat untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Ini bisa berujung pada perpecahan di antara masyarakat dan para pemuda,” imbuhnya.

Membangun Generasi Tangguh dan Bersatu

Kegiatan ditutup dengan ajakan agar seluruh peserta terus mengedepankan toleransi, kolaborasi, dan kesadaran menjaga persatuan. HMI Cabang Sambas berharap dialog kepemudaan seperti ini dapat menjadi agenda rutin untuk membentuk generasi muda yang kritis, berkarakter, dan berkomitmen pada keutuhan bangsa.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya Turun Langsung Amankan Jalur Trans Kalimantan Demi Kamseltibcarlantas