PONTIANAK – Belasan warga Kalbar, termasuk Pontianak, jadi korban dugaan penipuan lowongan kerja ke Amerika Serikat. Modusnya: dijanjikan bekerja di restoran dengan gaji ribuan dolar plus fasilitas tinggal dan makan gratis. Total kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
Hana (30), salah satu korban asal Pontianak, awalnya tertarik setelah melihat iklan lowongan kerja di TikTok milik seseorang bernama Edi Susanto. Ia juga mendengar nama lain yang terlibat, yakni Caroline, yang disebut sebagai pembuka lowongan.
Korban dijanjikan berangkat pada 10 Oktober 2025, namun jadwal terus molor dengan berbagai alasan. Padahal, mereka sudah menyetor biaya Rp25,5 juta, ditambah pengeluaran lain seperti tiket ke Surabaya untuk wawancara visa.
Korban lain, Sukito (48), mengaku rugi lebih dari Rp100 juta karena dibujuk untuk berangkat bersama istri dan anak. Ada pula Hery (46) yang mengalami penundaan wawancara visa hingga tujuh kali. Menurutnya, bahkan ada keluarga yang rugi sampai Rp300 juta.
Setidaknya 19 orang menjadi korban. Mereka dijanjikan pekerjaan seperti dishwasher, waiter, kasir, hingga asisten kasir dengan gaji 2.500–6.000 dolar per bulan. Namun, tak satu pun dari mereka pernah menerima kontrak kerja resmi.
Para korban kini berharap pihak kepolisian segera memproses laporan yang sudah mereka ajukan ke Polda Kalbar, agar kerugian dapat ditangani dan tidak ada lagi warga Pontianak yang tertipu dengan modus serupa.
