PONTIANAK, – Usaha Lestari Negeri bersama sejumlah mitra strategis menyelenggarakan kegiatan refreshment Pelatihan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) berbasis komunitas di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna Gereja Katolik Lama Air Upas dan diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari 26 desa di enam kecamatan.
Program Manager ULIN, Sugeng Santoso menyampaikan, pelatihan yang digelar selama satu hari ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pengetahuan serta keterampilan teknis para kader dan relawan desa dalam upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah rawan.
”Karhutla masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga ketahanan pangan di Kabupaten Ketapang. Oleh karena itu, peran masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam pemantauan di lapangan dinilai sangat strategis,” kata Sugeng pada Minggu (03/05/2026).
Melalui metode ceramah interaktif, lanjut Sugeng, kegiatan dimulai dari diskusi kelompok, tanya jawab, hingga simulasi lapangan, peserta dibekali pemahaman terkait karakteristik dan dampak karhutla, regulasi terkini, sistem peringatan dini, serta strategi mitigasi dan pelaporan yang efektif di tingkat desa.
”Kegiatan ini difasilitasi oleh ULIN dan didukung oleh Cargill. Kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar desa serta membangun jalur komunikasi yang lebih responsif dengan BPBD Ketapang, sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terintegrasi,” tanbahnya.
Disamping itu, kegiatan ini bukan sekadar pembaruan materi, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat desa.
“Refreshment ini bukan sekadar pembaruan materi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari hulu. Target utamanya adalah memastikan setiap desa memiliki rencana aksi sederhana untuk mitigasi karhutla. Ketika titik panas terdeteksi, respons di tingkat akar rumput dapat segera diaktifkan sebelum api meluas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis peralatan dalkarhutla berupa mesin air, selang input, dan nozzle. Bantuan ini merupakan bagian dari implementasi program CSR Cargill OneKal.
Secara keseluruhan, dukungan Cargill untuk pelatihan dan distribusi peralatan pemadam kebakaran ke desa-desa rawan karhutla di wilayah ring 1 mencapai sekitar Rp180 juta.
BPBD Ketapang berharap sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, sektor swasta, dan masyarakat dapat terus terjaga demi mewujudkan pengelolaan hutan dan lahan yang aman serta berkelanjutan di Kabupaten Ketapang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah kecamatan, kepolisian sektor (Polsek), serta Koramil setempat. Sementara itu, narasumber utama berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ketapang.




