Kalbar Lokal

Peringatan HAB ke-80 Kemenag, Wali Kota Pontianak Ajak Perkuat Sinergi Pembangunan

Foto. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjadi Inspektur Upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 di Halaman MTs Negeri 2 Pontianak.

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak jajaran Kementerian Agama di Kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat untuk terus memperkuat kerja sama dan sinergi dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini telah memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Pontianak.

Ajakan tersebut disampaikan Edi saat menjadi pembina apel peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di halaman MTs Negeri 2 Pontianak, Sabtu (3/1/2026).

“Sinergi yang sudah terbangun ini harus terus kita jaga dan tingkatkan demi kemajuan Kota Pontianak,” ujarnya.

Edi menilai, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan tema HAB ke-80, yakni “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Ia menyebutkan bahwa Pontianak saat ini berperan sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi, serta layanan kesehatan di Kalimantan Barat. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat hingga mendekati 700 ribu jiwa menjadikan keberagaman masyarakat sebagai kekuatan yang perlu dijaga bersama.

“Keberagaman ini adalah aset berharga. Karena itu, menjaga stabilitas dan keharmonisan kota menjadi penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat,” katanya.

Gedung Perpustakaan Baru Pontianak Dongkrak Minat Baca, Kunjungan Meningkat Tajam

Dengan visi Pontianak Maju, Sejahtera, dan Berwawasan Lingkungan yang Humanis, Edi menegaskan bahwa peran Kementerian Agama semakin strategis dalam mendukung pembangunan, baik melalui sektor pendidikan, infrastruktur sosial, maupun kesehatan. Ia juga menyinggung capaian pembangunan kota yang terus menunjukkan tren positif sebagaimana tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Indikator pembangunan kita terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Edi menuturkan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama telah melalui berbagai dinamika perjalanan bangsa dan tetap konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia menekankan bahwa makna kerukunan tidak sebatas pada absennya konflik, melainkan menjadi energi kolektif yang mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan untuk kemajuan bersama.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki peran penting sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran tersebut kini berkembang, mencakup peningkatan mutu pendidikan keagamaan, pemeliharaan kerukunan umat beragama, penguatan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial.

“Setiap kebijakan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi aspek administratif dan birokrasi,” pungkasnya.

Dishub Pontianak Matangkan Layanan Angkutan Massal BTS Berbasis Teknologi Digital