PONTIANAKINFOMEDIA.COM, KUBU RAYA- Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau langsung kondisi rumah seorang warga bernama Serina di Desa Kuala Dua yang dinilai sudah tidak layak huni.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah ia menerima laporan dari masyarakat melalui sebuah grup WhatsApp yang menginformasikan kondisi tempat tinggal warga tersebut.

Saat tiba di lokasi pada Minggu (8/3/2026), Sujiwo melihat secara langsung kondisi rumah yang berdinding papan dan tampak sudah lapuk di beberapa bagian. Atap rumah juga terlihat kurang layak, sementara lantai rumah sebagian masih berupa tanah dan papan yang mulai rusak. Kondisi tersebut membuat rumah tersebut dinilai tidak lagi memenuhi standar hunian yang aman dan layak bagi sebuah keluarga.

Melihat keadaan tersebut, Sujiwo mengaku sangat prihatin. Ia menilai kondisi rumah yang ditempati Bu Serina sangat memprihatinkan, terlebih letaknya berada di kawasan yang tidak jauh dari pusat aktivitas masyarakat.

“Setelah saya mendapat informasi dari salah satu grup WhatsApp, saya langsung datang ke sini untuk melihat kondisi sebenarnya. Jujur saja, ini sangat menyedihkan. Rumah ini sudah tidak layak ditempati, apalagi lokasinya berada di tengah kota,” ujar Sujiwo.

Menurutnya, rumah yang layak huni merupakan kebutuhan dasar setiap warga. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat hidup dalam kondisi yang aman dan manusiawi.

Sujiwo juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan perangkat desa. Ia mengingatkan bahwa sistem pemerintahan hingga tingkat desa sebenarnya telah memiliki struktur yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk memantau kondisi masyarakat di lapangan.

“Kaki saya cuma dua, tangan saya juga cuma dua, mata saya juga dua. Karena itu negara membentuk struktur pemerintahan dari RT, RW, kepala dusun hingga kepala desa. Mereka inilah yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah di lapangan,” katanya.

Ia berharap para perangkat desa lebih aktif dalam menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah apabila terdapat warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

“Saya mengetuk hati para perangkat desa. Kalau ada kondisi masyarakat seperti ini, tolong segera disampaikan kepada pemerintah. Jangan menunggu sampai viral atau baru diketahui melalui media sosial atau grup WhatsApp,” tegasnya.

Setelah melakukan pengecekan lebih lanjut, Sujiwo menjelaskan bahwa rumah Bu Serina sebenarnya tidak dapat masuk dalam program bedah rumah yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal tersebut disebabkan oleh persoalan administratif terkait status tanah dan legalitas lahan yang ditempati.

“Setelah kita lakukan cross-check, ternyata rumah ini tidak bisa dibantu melalui program bedah rumah dari APBD karena ada masalah pada status tanah dan legalitasnya,” jelas Sujiwo.

Meski tidak dapat menggunakan dana pemerintah daerah, Sujiwo memastikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi warga tersebut. Ia menegaskan bahwa rumah Bu Serina tetap akan dibangun kembali melalui upaya gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak.

Menurutnya, semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Karena tidak bisa menggunakan APBD, kita akan mencari solusi lain. Rumah ini akan kita bongkar dan bangun kembali secara gotong royong setelah Lebaran nanti,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan rumah tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kubu Raya, kontribusi pribadi dari dirinya, serta bantuan dari sejumlah pihak lain yang ingin berpartisipasi.

Sujiwo juga telah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk membantu menyiapkan desain rumah yang lebih layak beserta perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dengan adanya desain tersebut, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan efisien.

“Saya sudah meminta Kepala Dinas PU untuk membantu membuatkan gambar rumah yang layak beserta RAB-nya. Dengan begitu, setelah Lebaran nanti kita bisa langsung mulai pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan rumah tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi Bu Serina dan keluarganya.

Selain meninjau kondisi rumah, Sujiwo juga berdialog langsung dengan warga sekitar. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menekankan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, semangat saling membantu harus terus dipelihara agar tidak ada warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa mendapat perhatian.

“Pemerintah tentu berusaha semaksimal mungkin membantu masyarakat. Namun dukungan dari masyarakat dan perangkat desa juga sangat penting agar setiap persoalan bisa segera diketahui dan ditangani,” katanya.

Ia juga berharap perangkat desa lebih aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan demikian, berbagai persoalan sosial dapat diketahui lebih cepat sebelum menjadi masalah yang lebih besar.

Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan, termasuk program perbaikan rumah tidak layak huni.

Namun ia juga mengingatkan bahwa dalam beberapa kasus, kendala administratif seperti status tanah dapat menjadi hambatan dalam penyaluran bantuan pemerintah.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen mencari solusi agar masyarakat yang membutuhkan tetap dapat memperoleh bantuan.

Di akhir kunjungannya, Sujiwo menyampaikan pesan kepada Bu Serina agar tetap bersabar. Ia memastikan rumah tersebut akan segera dibangun kembali setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Bu Serina yang sabar. Insya Allah setelah Lebaran nanti kita akan bangun rumah yang lebih layak untuk ditempati bersama keluarga,” tutupnya.

Kunjungan tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap pembangunan rumah tersebut dapat segera terealisasi. Kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat juga dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi warga yang membutuhkan bantuan.

Diharapkan melalui langkah tersebut, semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu masyarakat kurang mampu sehingga semangat kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Kubu Raya.

Penulis: Rizky