PONTIANAKINFOMEDIA.COM, KUBU RAYA- Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sempat beredar di tengah masyarakat Kabupaten Kubu Raya.
Menanggapi hal tersebut, Polres Kubu Raya memastikan bahwa kondisi stok BBM dalam keadaan aman dan distribusi berjalan normal.
Kepolisian juga mengambil langkah cepat dengan meningkatkan pengawasan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun praktik kecurangan di lapangan.
Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Ade menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intensif serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan Pertamina.
Dari hasil pemantauan tersebut, dipastikan bahwa pasokan BBM di wilayah Kubu Raya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama periode arus mudik dan Idulfitri.
“Distribusi BBM sejauh ini berjalan lancar dan stok dalam kondisi aman. Kami terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan tidak ada gangguan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/3/2026).
Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran masyarakat yang sempat muncul akibat beredarnya informasi yang belum tentu kebenarannya.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Kubu Raya meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah SPBU yang dianggap rawan, terutama pada jam-jam sibuk menjelang mudik.
Petugas di lapangan melakukan pengecekan terhadap antrean kendaraan serta memastikan distribusi BBM berjalan sesuai prosedur. Selain itu, koordinasi dengan pengelola SPBU juga terus dilakukan untuk menjaga transparansi dalam penyaluran BBM kepada masyarakat.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kepadatan antrean yang tidak wajar serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang adil.
Salah satu fokus utama pengawasan adalah mencegah praktik penimbunan BBM dengan menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi atau dikenal sebagai “tangki siluman”.
Kendaraan jenis ini biasanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membeli BBM dalam jumlah besar secara berulang, yang kemudian ditimbun atau dijual kembali demi keuntungan pribadi.
Polisi menegaskan bahwa praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga melanggar hukum.
“Petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai menggunakan tangki modifikasi. Kami ingin memastikan BBM benar-benar digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” jelas Ade.
Selain memperketat pengawasan, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Menurut Ade, perilaku tersebut justru dapat memperburuk situasi dengan menciptakan antrean panjang di SPBU serta memicu kesan seolah-olah terjadi kelangkaan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas. Belilah BBM sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kestabilan distribusi BBM sangat bergantung pada perilaku konsumsi masyarakat. Jika pembelian dilakukan secara wajar, maka pasokan yang ada akan cukup untuk semua.
Polisi juga mengingatkan bahwa tindakan penimbunan BBM merupakan pelanggaran serius yang dapat dikenakan sanksi hukum. Selain melanggar aturan, praktik tersebut juga berdampak pada stabilitas ekonomi dan ketertiban masyarakat.
Polres Kubu Raya menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi pelaku yang mencoba memanfaatkan situasi menjelang Lebaran untuk keuntungan pribadi.
“Jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM, kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Ade.
Pengawasan bahkan dilakukan selama 24 jam di titik-titik strategis guna memastikan tidak ada celah bagi pelanggaran.
Dalam menjaga stabilitas distribusi BBM, peran masyarakat juga dinilai sangat penting. Polisi mengajak warga untuk ikut berpartisipasi dengan melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan atau praktik mencurigakan di lapangan.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar, terutama di media sosial.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar. Pastikan sumbernya jelas dan resmi,” imbau Ade.
Momentum menjelang Idulfitri memang kerap diiringi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, termasuk konsumsi BBM. Oleh karena itu, berbagai pihak terus berupaya menjaga kondisi tetap kondusif.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak swasta seperti Pertamina menjadi kunci dalam memastikan distribusi energi tetap lancar.
Dengan langkah-langkah pengawasan yang dilakukan serta dukungan masyarakat, diharapkan tidak terjadi gangguan berarti dalam penyediaan BBM selama periode mudik dan perayaan Lebaran.
Di akhir keterangannya, pihak kepolisian berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas mudik dengan aman dan nyaman tanpa dihantui kekhawatiran akan ketersediaan BBM.
Kepastian stok yang mencukupi serta pengawasan ketat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat.
“Tujuan kami adalah memastikan masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan nyaman. Jangan sampai isu yang tidak benar justru menimbulkan kepanikan,” tutup Ade.
Dengan situasi yang terkendali, masyarakat diimbau tetap fokus pada persiapan mudik dan perayaan Idulfitri bersama keluarga, tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM di wilayah Kubu Raya.
Penulis: Rizky





