PONTIANAKINFOMEDIA.COM, PONTIANAK- Menjelang Hari Raya Idulfitri, program bantuan pangan dari pemerintah memberikan angin segar bagi masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Salah satu penerima manfaat, Sulastri, warga Kelurahan Bangka Belitung Darat, Pontianak Tenggara, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan. Jadi tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk kebutuhan pokok tertentu,” ujarnya usai menerima bantuan di kantor kelurahan setempat, Senin (16/3/2026).
Program bantuan pangan ini menyasar sebanyak 43.240 kepala keluarga (KK) di Kota Pontianak. Data penerima berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola pemerintah pusat, sehingga bantuan diharapkan tepat sasaran.
Penyaluran bantuan di Pontianak menjadi salah satu yang pertama dilakukan di Kalimantan Barat, sekaligus menandai dimulainya distribusi untuk wilayah lainnya.
Bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah melalui Badan Pangan Nasional yang didistribusikan oleh Perum Bulog.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat memperoleh paket berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Menariknya, pada tahap awal ini bantuan disalurkan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret, sehingga jumlah yang diterima masyarakat menjadi lebih besar dalam satu kali penyaluran.
“Penyaluran kali ini untuk dua bulan sekaligus. Harapannya bisa langsung membantu masyarakat, apalagi menjelang Lebaran,” jelasnya.
Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga berperan dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
Menurut Amirullah, tambahan pasokan bahan pangan di tingkat rumah tangga akan mengurangi tekanan pengeluaran masyarakat, sehingga mereka bisa mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lainnya.
“Dengan adanya bantuan ini, masyarakat memiliki cadangan bahan pokok. Ini tentu membantu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
Selain berdampak langsung pada masyarakat, program bantuan pangan juga memiliki efek makro terhadap stabilitas harga di pasar.
Dengan meningkatnya ketersediaan bahan pokok di masyarakat, permintaan di pasar dapat lebih terkendali, sehingga lonjakan harga dapat ditekan.
“Program ini juga berkontribusi dalam pengendalian inflasi, karena pasokan di masyarakat tetap terjaga,” tambah Amirullah.
Penyaluran bantuan di Kelurahan Bangka Belitung Darat menjadi titik awal distribusi di Kalimantan Barat. Hal ini tidak lepas dari kesiapan Pemerintah Kota Pontianak dalam mendukung percepatan penyaluran bantuan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Barat, Rasiwan, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam memastikan bantuan segera diterima masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Pemkot Pontianak yang sangat responsif dalam mendukung percepatan distribusi bantuan pangan ini,” ungkapnya.
Rasiwan juga mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penambahan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program, sehingga lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
“Tahun ini jumlah penerima hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya. Mudah-mudahan manfaatnya semakin luas,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, program bantuan pangan direncanakan akan disalurkan dalam empat tahap. Pada tahap awal ini, dua alokasi langsung diberikan sekaligus, sementara dua tahap berikutnya masih menunggu penugasan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Perum Bulog sebagai operator memastikan kesiapan dalam menyalurkan bantuan sesuai arahan yang diberikan.
“Kami siap menyalurkan bantuan sesuai penugasan. Untuk tahap awal ini memang dua bulan sekaligus,” tambah Rasiwan.
Bagi masyarakat seperti Sulastri, bantuan ini bukan sekadar tambahan bahan pokok, tetapi juga bentuk perhatian nyata dari pemerintah di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, terutama di masa-masa krusial seperti menjelang hari raya.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN seperti Perum Bulog, diharapkan penyaluran bantuan pangan dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.





