MEMPAWAH – Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikelola PTP Nonpetikemas (Pelindo Group), menuntaskan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis Creating Shared Value (CSV).
Program ini menggabungkan unsur pendidikan, pengembangan inovasi mahasiswa, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Kegiatan penutupan dihadiri jajaran manajemen Pelindo, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta instansi kepelabuhanan. Kolaborasi ini menegaskan peran strategis sinergi antara industri, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan kawasan pelabuhan.
EduPort: 15 Mahasiswa Kembangkan Inovasi, Dua Segera Diimplementasikan 2025
Sebanyak 15 mahasiswa dari Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Pontianak mengikuti program EduPort selama satu bulan. Mereka mendapatkan pembelajaran lapangan hingga diminta menyusun inovasi yang relevan dengan kebutuhan operasional pelabuhan.
Lima ide terbaik berhasil terpilih, dan dua inovasi — Oil Absorb Pad dan Rubber Mat Puzzle — ditargetkan mulai digunakan di Terminal Kijing pada akhir 2025.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PTP Nonpetikemas, Bambang Sakti, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar magang. “Program ini adalah investasi sosial yang memberikan dampak langsung bagi operasional perusahaan sekaligus pemberdayaan SDM lokal,” ujarnya.
Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Harian
Tidak hanya fokus pada mahasiswa, PTP Nonpetikemas juga memberikan pelatihan serta sertifikasi BNSP kepada sembilan pekerja harian. Kompetensi yang diuji meliputi Curah Cair, Curah Kering, dan General Cargo.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja lokal yang memiliki standar keahlian nasional.
Apresiasi Pemda dan Instansi Kepelabuhanan
Pemkab Mempawah, Pelindo Regional 2, dan KSOP Kelas I Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap program CSV ini. Mereka menilai inisiatif tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kualitas SDM daerah sekaligus memperkuat ekosistem logistik di sekitar Terminal Kijing — pelabuhan yang kini menjadi salah satu simpul penting pasok wilayah barat Indonesia.
Pengalaman Peserta
Salah satu peserta, Muhammad Afiq, mengaku memperoleh pengalaman berharga. Ia awalnya ragu dengan kemampuan dirinya, namun kini berharap inovasinya benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan operasional pelabuhan.
Kinerja Terminal Kijing
Terminal Kijing saat ini menangani layanan curah cair, curah kering, serta produk turunan sawit, sekaligus menjadi pelabuhan penyangga bagi Pelabuhan Dwikora yang sudah melampaui kapasitas.
Hingga Oktober 2025, PTP Nonpetikemas Pontianak mencatat trafik produksi sebesar 3,21 juta ton, tumbuh 46% dibanding periode yang sama pada 2024.
Program CSV di Terminal Kijing dinilai memberikan manfaat ganda: memperkuat keberlanjutan operasional perusahaan serta membuka peluang untuk direplikasi ke cabang-cabang Pelindo lainnya di masa mendatang.
