PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus memantapkan penguatan layanan dasar masyarakat melalui pembangunan infrastruktur strategis. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung meninjau sejumlah proyek pembangunan, termasuk dua puskesmas baru yang telah rampung dan mulai beroperasi.
Dua fasilitas layanan kesehatan tersebut masing-masing adalah Puskesmas Siantan Tengah di Kecamatan Pontianak Utara dan Puskesmas Parit Haji Husin II di Kecamatan Pontianak Tenggara. Keduanya dibangun menggunakan anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan kesehatan tingkat pertama di Kota Pontianak.
“Hari ini saya memang menyempatkan diri berkeliling untuk melihat langsung beberapa pembangunan. Dimulai dari Puskesmas Siantan Tengah, lalu ke Jalan Flora untuk mengecek pembangunan jalan dan sekolah rakyat, dilanjutkan ke TPA, ke Jalan Dharma Putra, dan diakhiri di Puskesmas Parit Haji Husin II yang juga sudah berfungsi,” ujar Edi, Selasa (6/1/2026).
Meski peresmian dua puskesmas tersebut belum dilakukan, Edi menegaskan bahwa yang terpenting adalah fasilitas kesehatan itu sudah dapat dimanfaatkan masyarakat dan memberikan kenyamanan dalam pelayanan.
Ia menuturkan, pembangunan sarana dan prasarana yang dilakukan Pemkot Pontianak diarahkan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan merata di seluruh wilayah kota.
“Prinsipnya, semua pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Baik itu di sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, maupun layanan dasar lainnya,” jelasnya.
Selain membangun puskesmas baru, Pemkot Pontianak juga melakukan perbaikan terhadap sejumlah puskesmas lama. Upaya peningkatan fasilitas kesehatan ini akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2027.
“Pada 2025 kita membangun dua puskesmas baru, sementara puskesmas lainnya direhabilitasi. Untuk fasilitas yang sudah tidak layak, akan kita bangun ulang. Seperti di Tambelan Sampit yang direncanakan pembangunan baru, kemudian Batu Layang akan dikaji apakah cukup direhab atau perlu pembangunan ulang dengan penambahan ruang,” paparnya.
Edi menambahkan, seluruh pembangunan puskesmas wajib memenuhi standar Kementerian Kesehatan, baik dari segi bangunan, kelengkapan layanan, maupun kenyamanan lingkungan kerja dan pasien.
Dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, ia berharap kualitas layanan kesehatan semakin meningkat, termasuk pelayanan persalinan di tingkat puskesmas, serta berdampak positif pada kinerja tenaga kesehatan.
“Di Puskesmas Parit Haji Husin II sudah tersedia layanan persalinan. Selain itu, kondisi gedung yang baru, sejuk, dan nyaman tentu akan menambah semangat kerja tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko menjelaskan bahwa seluruh puskesmas di Pontianak saat ini telah dilengkapi layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Khusus di Puskesmas Parit Haji Husin II, juga tersedia layanan persalinan, meski belum beroperasi selama 24 jam.
“Kendala utama saat ini adalah keterbatasan tenaga. Namun ke depan, kami akan berupaya agar pelayanan 24 jam bisa diterapkan di seluruh puskesmas,” jelasnya.
Ia juga memastikan kesiapan armada ambulans di setiap puskesmas, sembari melakukan pembaruan kendaraan yang sudah tidak layak pakai.
Sepanjang 2024 hingga 2025, Dinas Kesehatan mencatat sedikitnya lima puskesmas telah mengalami peningkatan baik dari sisi fisik bangunan maupun kualitas layanan.
“Kami juga mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan melalui penerapan standar Integrasi Layanan Primer (ILP) guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat infrastruktur pelayanan dasar sebagai fondasi pembangunan kota yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
