PONTIANAK – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak menerima kunjungan kerja TP PKK Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan program PKK.
Kedatangan rombongan dipimpin Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan, yang menegaskan bahwa kegiatan monev bertujuan memperkuat penyelarasan dan efektivitas program PKK di daerah, bukan mencari kekurangan.
“Monitoring dan evaluasi ini penting untuk melihat langsung pelaksanaan program sekaligus mengevaluasi progres di lapangan. Monev dilakukan untuk penyempurnaan dan sinkronisasi program antara provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya usai meninjau Sekretariat PKK Kota Pontianak, Senin (1/12/2025).
Erlina juga meminta seluruh TP PKK kabupaten/kota—termasuk Pontianak—melaporkan capaian 100 hari kerja, yang menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah serta program prioritas PKK sejak ia dilantik. Menurutnya, seluruh 14 kabupaten/kota di Kalbar telah melaksanakan program tersebut dan banyak yang menambah inovasi lokal.
Ia mengapresiasi jajaran TP PKK Kota Pontianak atas inovasi dan capaian program yang dinilai berjalan baik, mulai dari bidang pendidikan keluarga, posyandu, pemberdayaan ekonomi, penurunan stunting, gerakan makan ikan, hingga dukungan terhadap imunisasi.
Sebagai Bunda PAUD Provinsi Kalbar, Erlina juga mendorong kolaborasi antara Bunda PAUD kabupaten/kota, dinas pendidikan, OPD terkait, serta sektor swasta. Ia menargetkan seluruh guru PAUD nonformal mendapatkan sertifikasi pada 2026 melalui dukungan pembiayaan CSR maupun skema beasiswa.
“Ini tugas besar, tetapi harus kita wujudkan bersama,” tegasnya.
PKK Pontianak Paparkan Capaian 100 Hari Kerja dan Inovasi Pokja
Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menyambut baik pelaksanaan monev yang menurutnya menjadi momentum untuk memperkuat penyelarasan program hingga ke tingkat dasawisma.
“Ini kesempatan bagi kami untuk menyampaikan capaian, tantangan, sekaligus penyempurnaan terhadap 10 Program Pokok PKK,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan program 100 hari kerja dan rencana kerja tahun 2025 telah diselesaikan lebih awal. Seluruh perencanaan mengacu pada hasil Rakernas IX PKK, kebijakan PKK Provinsi Kalbar, dan Rencana Induk TP PKK Kota Pontianak.
Memasuki akhir tahun, PKK Kota Pontianak berupaya merampungkan seluruh program prioritas dengan menekankan ketepatan sasaran, efektivitas, dan keberlanjutan.
Capaian dan Inovasi Tiap Pokja PKK Kota Pontianak
• Pokja I – Penghayatan dan Pengamalan Pancasila & Gotong Royong
Seluruh program, termasuk PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital), telah terealisasi 100 persen. Inovasi unggulan meliputi Sepeda PKK dan Gema Digital Pokja I, yang dirancang untuk mengintegrasikan kegiatan PKK dari tingkat kota hingga kelurahan dan memperkuat kesiapsiagaan sosial.
• Pokja II – Pendidikan, Keterampilan, dan Kehidupan Berkoperasi
Realisasi program mencapai sekitar 95 persen, dengan dua kegiatan yang dituntaskan pada Desember. Pokja ini mengembangkan inovasi UP2K CERDIK, sebuah program peningkatan kemampuan digital marketing bagi anggota UP2K, termasuk penguatan branding, desain kemasan, dan pendampingan usaha keluarga.
• Pokja III – Pangan, Sandang, Perumahan, dan Tata Laksana Rumah Tangga
Capaian program tercatat sekitar 95 persen. Inovasi PROSPEK (Promosi dan Sosialisasi Pangan Lokal dan Peningkatan Ekonomi Keluarga) difokuskan pada peningkatan konsumsi pangan lokal serta penguatan ekonomi petani dan pelaku UMKM melalui edukasi dan promosi berkelanjutan.
• Pokja IV – Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat
Program telah terlaksana 100 persen. Inovasi BESTI PKK (Bebas TBC Bersama PKK) menjadi program unggulan yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan pemberantasan TBC di Kota Pontianak.
Yanieta menegaskan bahwa seluruh inovasi tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara PKK tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan, dengan dukungan pemerintah daerah serta mitra terkait.
