PONTIANAK – Kondisi trotoar yang belum tersambung di sepanjang Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan showroom Honda Daya Motor (Ayani), menuai perhatian warga Kota Pontianak.
Keberadaan trotoar yang terputus tersebut dinilai mengurangi kenyamanan sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki, mengingat kawasan ini merupakan salah satu ruas jalan utama dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Masyarakat berharap pembangunan fasilitas pedestrian tersebut dapat segera dirampungkan agar fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki benar-benar optimal, khususnya di jalan protokol kota.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa proyek pembangunan trotoar di sejumlah ruas sebenarnya telah masuk tahap pelelangan. Namun, tidak seluruh paket pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai rencana awal.
“Proses lelang sudah dilakukan. Yang berjalan itu di Jalan Tengku Umar dan Jalan M. Sohor,” ungkap Edi Rusdi Kamtono.
Ia menerangkan, khusus untuk ruas Jalan Ahmad Yani, termasuk segmen di depan showroom Honda Daya Motor, pengerjaan belum dapat direalisasikan karena pihak penyedia jasa mengundurkan diri.
“Untuk Ahmad Yani, pelaksananya mundur karena merasa waktu pengerjaan tidak mencukupi, termasuk yang di depan Honda Daya Motor,” jelasnya.
Meski demikian, Edi menegaskan bahwa proyek tersebut tidak dihentikan. Pemerintah Kota Pontianak memastikan pembangunan trotoar akan kembali direncanakan dan dilelang pada tahun anggaran berikutnya.
“Tahun 2026 akan kita lelang kembali. Saat ini masih masuk dalam tahap perencanaan Pemkot,” katanya.
Menurutnya, anggaran untuk proyek tersebut sejatinya telah disiapkan pada tahun sebelumnya. Namun, karena kendala waktu pelaksanaan, pekerjaan harus dijadwalkan ulang.
“Di tahun anggaran 2025 sebenarnya sudah dianggarkan dan dilelang, tapi kontraktor pemenang mundur karena mempertimbangkan keterbatasan waktu. Maka pelaksanaannya dilanjutkan di tahun 2026,” pungkas Edi.
Di sisi lain, Pemkot Pontianak mencatat berbagai capaian positif dalam pembangunan infrastruktur perkotaan. Sejumlah ruas jalan dan fasilitas pedestrian telah ditata dengan baik, seperti di kawasan Jalan Tengku Umar, Jalan Merdeka, Jalan M. Sohor, serta beberapa ruang publik yang kini semakin ramah bagi pejalan kaki.
Secara umum, kondisi jalan kota juga tergolong mantap dengan tingkat kemantapan di atas 80 persen. Beberapa ruas strategis telah dilengkapi perkerasan jalan yang lebih baik, sistem drainase memadai, penerangan jalan, serta trotoar yang mendukung mobilitas warga.
Selain pembangunan, pemerintah kota juga rutin melakukan pemeliharaan jalan serta peningkatan kapasitas ruas-ruas strategis, termasuk jalur distribusi dan kawasan industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah Pemkot Pontianak dalam memperkuat konektivitas dan kelancaran lalu lintas.
Capaian tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam mewujudkan infrastruktur yang berkelanjutan. Meski demikian, penyelesaian di beberapa titik, seperti Jalan Ahmad Yani, tetap menjadi perhatian agar kualitas infrastruktur kota dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
