PONTIANAKINFOMEDIA.COM, PONTIANAK – Perkembangan arena biliar di Kota Pontianak dinilai semakin pesat dan membuka peluang besar dalam mencetak atlet berprestasi. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat membuka Newton Home Tournament yang digelar di Newton Pool and Café, Sabtu (14/2/2026) malam.
Dalam sambutannya, Edi menegaskan bahwa cabang olahraga biliar memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara profesional. Menurutnya, kejuaraan seperti Newton Home Tournament bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana penjaringan atlet-atlet berbakat yang dapat dibina lebih lanjut.
“Kejuaraan ini mudah-mudahan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi. Kita ingin ada yang terus berkembang hingga ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Edi menilai, semakin banyaknya kafe dan arena biliar di Pontianak yang rutin menggelar turnamen menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga ini. Ruang-ruang latihan yang semakin luas dan beragam memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan serta meningkatkan keterampilan bermain.
Menurutnya, kompetisi yang konsisten dan terstruktur akan mempercepat proses pembinaan atlet. Dari ajang-ajang lokal seperti Newton Home Tournament, diharapkan lahir pemain-pemain potensial yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi momentum untuk menjaring atlet terbaik yang nantinya dapat membawa nama Kota Pontianak dan Kalimantan Barat di berbagai kejuaraan bergengsi.
Wali Kota menyebutkan, hampir di setiap kecamatan di Kota Pontianak kini terdapat arena biliar yang diminati kalangan muda. Fenomena ini menunjukkan bahwa biliar tidak lagi dipandang sebagai sekadar hiburan semata, tetapi juga sebagai olahraga yang memiliki jalur prestasi yang jelas.
Meski demikian, Edi mengakui masih terdapat sebagian masyarakat yang memandang biliar sebagai aktivitas kurang produktif. Ia menegaskan bahwa persepsi tersebut perlu diluruskan, mengingat biliar merupakan cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai ajang besar.
“Biliar adalah olahraga. Kalau dikelola dengan baik dan dibina secara profesional, ini bisa meningkatkan prestasi dan membanggakan daerah. Apalagi ini salah satu cabang yang diperlombakan dalam PON dan ajang internasional lainnya,” tegasnya.
Dengan pengelolaan yang tepat, menurut Edi, biliar dapat menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah.
Ia optimistis, dengan dukungan fasilitas yang semakin baik dan penyelenggaraan turnamen yang rutin, Pontianak berpeluang menjadi salah satu pusat pembinaan atlet biliar di Kalimantan Barat. Keberadaan arena-arena biliar modern dinilai mampu menunjang proses latihan dan kompetisi secara berkelanjutan.
Turnamen seperti Newton Home Tournament juga diharapkan dapat menjadi ajang pembuktian kemampuan para pemain lokal. Dari kompetisi tersebut, atlet yang menonjol dapat diarahkan untuk mengikuti seleksi maupun kejuaraan tingkat lebih tinggi.
Edi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengelola arena biliar, komunitas olahraga, dan pihak swasta dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Dengan sinergi tersebut, potensi atlet muda Pontianak dapat dikembangkan secara maksimal.
Selain berdampak pada peningkatan prestasi olahraga, kegiatan turnamen juga dinilai memberi kontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal. Penyelenggaraan kompetisi menghadirkan peserta, komunitas, dan penonton yang turut menggerakkan sektor usaha, khususnya di bidang kuliner dan jasa.
Menurut Edi, tumbuhnya arena biliar yang dikelola secara profesional juga mendorong berkembangnya industri olahraga di Kota Pontianak. Hal ini menciptakan peluang usaha baru sekaligus membuka lapangan kerja.
“Selain mendukung prestasi olahraga, kegiatan ini juga berdampak pada perputaran ekonomi dan tumbuhnya industri olahraga di kota ini,” ujarnya.
Ia berharap perkembangan ini dapat terus dijaga agar olahraga biliar di Pontianak tidak hanya berkembang dari sisi jumlah tempat, tetapi juga dari kualitas pembinaan dan manajemen.
Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen mendukung kegiatan olahraga yang memberikan ruang positif bagi generasi muda. Biliar, menurut Edi, dapat menjadi alternatif aktivitas yang produktif jika diarahkan dengan baik.
Dengan pembinaan yang terstruktur, atlet-atlet muda tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga membangun disiplin, sportivitas, dan mental kompetitif.
Melalui Newton Home Tournament, Pemkot Pontianak berharap muncul bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di berbagai ajang kejuaraan. Dukungan pemerintah akan terus diberikan dalam bentuk fasilitasi kegiatan dan sinergi lintas sektor.
Perkembangan arena biliar yang menjamur di Pontianak menjadi peluang strategis untuk mencetak atlet berprestasi. Dengan manajemen yang profesional, kompetisi rutin, dan pembinaan berkelanjutan, olahraga ini diyakini mampu menjadi salah satu kebanggaan daerah di masa mendatang.