PONTIANAK – Sebanyak 19 organisasi bergabung dalam Posko Solidaritas Rakyat Borneo untuk membantu masyarakat dan relawan terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Posko yang terbentuk 29 Agustus dan aktif sejak 1 September 2026 itu menghimpun bantuan berupa 8.260 masker, 218 unit obat-obatan, perlengkapan medis, hingga peralatan pendukung pemadaman.
Ketua Posko, Erni Damayanti, mengatakan bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan di lapangan, tidak hanya untuk warga tetapi juga kelompok pemadam kebakaran.
> “Kebutuhannya tidak hanya masker. Kami juga menerima permintaan perlengkapan medis dan kebutuhan untuk teman-teman pemadam,” kata Erni, Selasa (8/9/2026).
Hingga 8 September, distribusi bantuan telah menjangkau Sintang, Sambas, Mempawah, Ketapang, Kapuas Hulu, dan Kubu Raya. Bantuan juga dibagikan langsung kepada masyarakat di sejumlah titik di Pontianak dan Kubu Raya.
Selain masker dan obat-obatan, posko menyalurkan 10 senter, 26 pasang sepatu bot, 25 masker respirator, oksigen portable, perlengkapan medis, susu, minuman isotonik, air mineral, dan roti.
Erni berharap posko tersebut menjadi ruang koordinasi bantuan agar kebutuhan warga dan relawan di wilayah terdampak dapat lebih cepat ditindaklanjuti.