PONTIANAKINFOMEDIA.COM, PONTIANAK- Suasana di kawasan Pelabuhan Icon, Jalan Komodor Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat mendadak heboh setelah ditemukan sesosok mayat pria mengapung di aliran Sungai Kapuas, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 11.25 WIB.

Penemuan tersebut langsung menarik perhatian masyarakat sekitar yang berada di tepi sungai maupun yang sedang melintas di kawasan pelabuhan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat tersebut pertama kali terlihat oleh seorang anggota pemadam kebakaran yang saat itu sedang berada di sekitar lokasi.

Melihat ada tubuh manusia mengapung di tengah sungai, ia kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Pontianak Barat AKP Basuki melalui Kanit Reskrim Ipda Alvon Oktobertus membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan laporan awal diterima pihak kepolisian sekitar pukul 11.25 WIB.

“ Awalnya laporan datang dari anggota pemadam kebakaran yang melihat ada sesosok tubuh mengapung di tengah Sungai Kapuas. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus proses evakuasi,” jelas Ipda Alvon saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

Petugas kepolisian bersama tim gabungan kemudian bergerak cepat melakukan evakuasi. Proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan hati-hati mengingat posisi korban berada di tengah arus sungai. Setelah berhasil dievakuasi, tubuh korban langsung dibawa ke tepian sungai untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Kondisi di lokasi sempat dipadati warga yang penasaran dengan kejadian tersebut. Aparat kepolisian juga harus mengamankan area sekitar agar proses evakuasi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas air di Sungai Kapuas.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak. Di rumah sakit tersebut, tim Identifikasi dari Inafis Polresta Pontianak melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan identitas korban serta mencari kemungkinan penyebab kematian.

Menurut Ipda Alvon, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban diperkirakan telah berada di dalam air selama kurang lebih dua hari sebelum akhirnya ditemukan.

“ Dari hasil pemeriksaan sementara oleh tim Inafis, korban diduga sudah berada di sungai sekitar dua hari. Namun untuk memastikan secara pasti, tentu masih perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tim medis,” ungkapnya.

Proses identifikasi kemudian berhasil mengungkap identitas korban. Korban diketahui bernama Agus Supriadi, berusia 43 tahun, yang tercatat sebagai warga Jalan Putri Chandramidi, Kecamatan Pontianak Kota.

Meski identitas korban telah diketahui, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab kematiannya. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan bagaimana korban bisa berada di Sungai Kapuas.

Ipda Alvon menambahkan bahwa dari pemeriksaan awal pada tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindakan kriminal.

“ Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun demikian, penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan penyebab kematian secara pasti,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga masih mengumpulkan berbagai keterangan dari sejumlah pihak, termasuk warga sekitar lokasi penemuan dan orang-orang yang mungkin mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Selain itu, aparat kepolisian juga berupaya menghubungi keluarga korban untuk memberikan informasi mengenai kejadian tersebut sekaligus menunggu kedatangan pihak keluarga ke rumah sakit.

Sementara itu, jenazah korban telah selesai menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Pontianak. Saat ini pihak kepolisian masih menunggu kedatangan keluarga guna menentukan langkah selanjutnya terkait proses pemulasaraan jenazah.

Penemuan mayat di Sungai Kapuas sendiri bukan pertama kali terjadi. Sungai terpanjang di Indonesia ini memang memiliki aktivitas yang cukup padat, baik untuk transportasi air, aktivitas nelayan, maupun kegiatan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

Arus Sungai Kapuas yang cukup kuat di beberapa titik juga kerap menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian maupun evakuasi apabila terjadi insiden di perairan tersebut.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di tepian sungai atau menggunakan transportasi air.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila melihat sesuatu yang mencurigakan di wilayah perairan Sungai Kapuas, termasuk jika menemukan benda atau sesuatu yang diduga berkaitan dengan kejadian serupa.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak langsung menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama di media sosial, agar tidak menimbulkan kepanikan atau spekulasi yang tidak berdasar.

“Jika ada masyarakat yang mengetahui informasi terkait korban atau kejadian sebelum korban ditemukan, kami harap bisa menyampaikannya kepada pihak kepolisian. Informasi sekecil apa pun tentu akan sangat membantu proses penyelidikan,” tambah Ipda Alvon.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan saat berada di sekitar perairan, terutama di kawasan Sungai Kapuas yang memiliki aktivitas cukup padat setiap harinya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan secara pasti penyebab kematian Agus Supriadi. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan serta keterangan dari keluarga korban.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi penemuan berharap kejadian tersebut dapat segera terungkap dengan jelas agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian, dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyelidikan selesai dilakukan.

Penulis: Rizky