PONTIANAKINFOMEDIA.COM, KAPUAS HULU- Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang warga yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Ramah, Dusun Cahaya Kita, Desa Dangkan Kota, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu.
Korban diketahui bernama Muhtar (80) dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Proses pencarian terhadap korban dilakukan sejak laporan kejadian diterima oleh pihak berwenang. Tim yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, aparat desa, serta masyarakat setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak I Made Junetra menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, warga setempat melihat korban sedang mandi sekaligus berenang di Sungai Ramah yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Menurutnya, aktivitas mandi di sungai merupakan hal yang cukup umum dilakukan masyarakat di wilayah tersebut, terutama oleh warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Namun tidak lama setelah terlihat berada di sungai, korban tiba-tiba dilaporkan tenggelam. Kejadian tersebut sempat disaksikan oleh warga yang berada di sekitar lokasi.
“Sekitar pukul 11.30 WIB warga melihat korban sedang mandi dan berenang di Sungai Ramah. Tidak lama kemudian korban terlihat tenggelam,” ujar I Made Junetra saat memberikan keterangan di Kantor SAR Pontianak, Sabtu (7/3/2026).
Mengetahui kejadian tersebut, warga segera melaporkan peristiwa itu kepada aparat desa setempat. Informasi kemudian diteruskan kepada pihak terkait untuk dilakukan upaya pencarian terhadap korban.
Sebelum tim SAR tiba di lokasi, warga bersama masyarakat sekitar dan aparat desa terlebih dahulu melakukan pencarian secara mandiri di sekitar area sungai.
Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Namun hingga malam hari, upaya pencarian yang dilakukan secara swadaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Warga bersama masyarakat dan aparat desa telah melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, tetapi hingga malam hari korban belum ditemukan,” jelas I Made Junetra.
Karena korban belum berhasil ditemukan, operasi pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan pada keesokan harinya.
Pada Sabtu pagi, tim SAR bersama unsur gabungan kembali melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Ramah dengan menggunakan perahu serta peralatan pencarian lainnya.
Penyisiran dilakukan di sekitar titik lokasi korban terakhir terlihat tenggelam serta di area hilir sungai yang diperkirakan menjadi arah terbawanya korban oleh arus air.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian, tim SAR akhirnya berhasil menemukan korban pada Sabtu siang sekitar pukul 13.15 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di permukaan air dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada pukul 13.15 WIB dalam kondisi mengapung di permukaan air,” ungkapnya.
Lokasi penemuan korban berada sekitar 347 meter ke arah hilir dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Setelah korban ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi dari sungai menuju daratan.
Jenazah korban kemudian dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna dilakukan proses pemakaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh tim SAR gabungan resmi dinyatakan selesai.
Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut kemudian kembali ke kesatuan masing-masing setelah memastikan proses evakuasi berjalan dengan lancar.
Pihak SAR juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama bagi warga yang sering mandi, berenang, maupun melakukan kegiatan lainnya di perairan terbuka.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di sungai seorang diri, terutama bagi warga lanjut usia, guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan di perairan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama di wilayah pedesaan yang masih bergantung pada sungai sebagai sumber kehidupan sehari-hari.


