Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Mahasiswa Mempawah Minta Dampak Ekonomi Pelabuhan Kijing Dirasakan Warga

Mahasiswa Mempawah Minta Dampak Ekonomi Pelabuhan Kijing Dirasakan Warga

Foto. Istimewa

PONTIANAKINFOMEDIA.COM, PONTIANAK- Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Mempawah menyoroti persoalan minimnya peluang kerja bagi masyarakat lokal di sekitar Pelabuhan Kijing.

Padahal, pelabuhan yang masuk dalam proyek strategis nasional tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Salah satu suara tersebut datang dari Muhammad Iqbal, mahasiswa asal Kabupaten Mempawah yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Pontianak. Ia menilai keberadaan pelabuhan internasional tersebut seharusnya dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan.

Iqbal yang merupakan warga Desa Sungai Kunyit Laut mengaku cukup dekat dengan kawasan pelabuhan tersebut. Menurutnya, masyarakat di sekitar wilayah itu memiliki harapan besar agar pembangunan pelabuhan dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan.

“Sebetulnya saya warga Desa Sungai Kunyit Laut, jadi cukup dekat dengan pelabuhan Kijing. Kalau berbicara tentang pelabuhan ini, tentu kita berharap ada lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sana, khususnya bagi generasi muda dan mahasiswa,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Lebih Elegan dan Eksklusif, Frank & co. Buka Kembali Gerai Ikonik di GAIA Pontianak

Ia menilai, pembangunan infrastruktur berskala besar seperti pelabuhan internasional semestinya tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi makro, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait perlu melakukan evaluasi dan mencari solusi agar masyarakat lokal dapat lebih terlibat dalam aktivitas ekonomi yang dihasilkan dari keberadaan pelabuhan tersebut.

Iqbal juga menekankan pentingnya peran pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Di sini kita memerlukan peran dari eksekutif, legislatif, hingga para stakeholder untuk bersama-sama mencari akar permasalahan dan menemukan solusi yang tepat,” katanya.

Selain menyoroti persoalan lapangan pekerjaan, ia juga berharap adanya kebijakan yang memberikan prioritas kepada masyarakat sekitar dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan.

Hal senada juga disampaikan oleh Rico Muhardi, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Tanjungpura. Ia menilai pembangunan proyek strategis nasional seperti Pelabuhan Kijing harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.

Menurutnya, mahasiswa tidak menolak pembangunan yang dilakukan pemerintah. Namun pembangunan tersebut harus disertai dengan inisiatif yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Kami sebagai mahasiswa tentu tidak anti terhadap pembangunan. Namun pembangunan itu harus memiliki inisiatif yang jelas untuk mengembangkan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Rico juga menyoroti beberapa isu lain yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih lanjut, seperti pengelolaan limbah, potensi polusi udara, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Ia menilai program CSR yang dijalankan perusahaan di kawasan pelabuhan harus benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Ini menjadi salah satu kajian kami terkait berbagai isu yang berkembang, mulai dari pengelolaan limbah, polusi udara, hingga pelaksanaan CSR yang dinilai belum tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, perusahaan yang beroperasi dalam proyek besar seperti pelabuhan internasional memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan operasionalnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat.

Rico menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari pembangunan infrastruktur harus berjalan seimbang dengan kesejahteraan masyarakat.

“Perusahaan yang menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi seharusnya juga berpihak kepada masyarakat dan memberikan manfaat yang seimbang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai peran generasi muda sangat penting dalam mengawal proses pembangunan di daerah. Mahasiswa, menurutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengkaji berbagai kebijakan pembangunan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ia juga mendorong para pemuda untuk aktif terlibat dalam diskusi, penelitian, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan daerah.

“Perlu adanya keterlibatan kita sebagai pemuda dalam proses pembangunan ini. Dengan terlibat, kita memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut membangun daerah agar menjadi lebih baik,” jelasnya.

Para mahasiswa berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya. Mereka menilai pembangunan pelabuhan internasional seperti Pelabuhan Kijing memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan kebijakan yang memastikan masyarakat lokal juga dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, serta masyarakat, diharapkan pembangunan yang berlangsung dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi daerah, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Mempawah dan wilayah sekitarnya.

Berita Populer

01

MABT Indonesia Gelar Rakernas 2026 untuk Perkuat Program Kerja Nasional

02

Menghadapi Digitalisasi: Masa Depan Media Cetak di Dunia yang Serba Online

03

Pengusaha Kalbar Siman Bahar Meninggal Dunia di Tiongkok

04

Menjelajahi Maroko: Liburan Seru dengan Keindahan Alam dan Tradisi yang Kuat

05

Pembelian Pesawat Jet Canggih untuk Memperkuat Keamanan Perbatasan Negara

Advertisement

Berita Lainnya