PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 secara khidmat di SMA Negeri 11 Pontianak, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen terhadap transformasi pendidikan di daerah.

Upacara dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat selaku inspektur upacara, serta dihadiri jajaran pejabat struktural, perwakilan lembaga pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, hingga ratusan pelajar SMA, SMK, dan SLB dari Pontianak dan Kubu Raya.

Rangkaian upacara berlangsung tertib, dimulai dari persiapan pasukan oleh komandan upacara, penghormatan umum, hingga pembacaan teks Pancasila. Suasana semakin khidmat saat mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya di bidang pendidikan.

Inspektur upacara kemudian membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan yang memanusiakan manusia.

Dalam amanat tersebut, pemerintah menekankan lima kebijakan utama:

  • Revitalisasi dan digitalisasi sekolah, termasuk pembangunan fasilitas belajar dan penggunaan papan interaktif digital secara masif.
  • Peningkatan kesejahteraan guru, melalui beasiswa pendidikan, tunjangan sertifikasi, dan insentif bagi guru honorer.
  • Penguatan karakter siswa, dengan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan melalui budaya ASRI.
  • Peningkatan kualitas pembelajaran, lewat penguatan literasi, numerasi, dan pendekatan STEM.
  • Perluasan akses pendidikan, khususnya bagi wilayah terpencil dan kelompok rentan melalui berbagai model sekolah inklusif dan jarak jauh.

Keberhasilan program tersebut, ditegaskan, bergantung pada tiga prasyarat utama: perubahan pola pikir (mindset), kekuatan mental, dan keselarasan misi.

Selain menyampaikan amanat menteri, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalbar juga memberikan arahan tambahan berbasis kearifan lokal. Ia memperkenalkan konsep 3F sebagai pedoman generasi muda:

  • Friend & Family: membangun lingkungan sosial yang positif
  • Fun: memanfaatkan teknologi dan pergaulan secara bijak
  • Fashion: menjaga penampilan sopan sebagai cerminan budaya

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap hadir meski bertepatan dengan masa libur panjang, serta menjelaskan ketidakhadiran pimpinan daerah karena pelaksanaan upacara difokuskan di satuan pendidikan.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan penghargaan kepada sejumlah insan pendidikan Kalimantan Barat yang meraih prestasi tingkat nasional. Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala sekolah, guru, dan pengawas yang dinilai berkontribusi signifikan dalam inovasi dan peningkatan mutu pendidikan.

Upacara ditutup dengan sesi foto bersama para penerima penghargaan dan berlangsung dalam suasana tertib, lancar, serta penuh makna.

Peringatan Hardiknas tahun ini menegaskan kembali bahwa transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kolaborasi seluruh elemen pendidikan dalam membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.