PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan secara resmi menutup kegiatan Porseni PAUD Kota Pontianak 2026 yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC), Kamis (30/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bahasan menegaskan bahwa Porseni PAUD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter anak sejak usia dini. Ia menilai kegiatan ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, ceria, serta berakhlak mulia.

“Porseni PAUD ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam mengembangkan minat, bakat, dan potensi anak secara menyeluruh. Anak-anak dilatih untuk kreatif, percaya diri, mampu bersosialisasi, serta bekerja sama dalam tim,” ujarnya.

Ia mengaku bangga melihat antusiasme para peserta selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar nilai-nilai penting seperti keberanian tampil, kedisiplinan, serta kebersamaan.

“Semua anak yang tampil di sini adalah juara. Mereka sudah menunjukkan kemampuan terbaik dan keberanian yang luar biasa,” tambahnya.

Bahasan juga memberikan apresiasi kepada para pendidik dan orang tua yang telah berperan aktif dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya dalam mengasah kreativitas dan kepercayaan diri.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan. Oleh sebab itu, kegiatan seperti Porseni PAUD diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan, penelantaran, maupun kejahatan, serta memastikan terpenuhinya hak-hak anak, termasuk akses terhadap pendidikan yang layak.

“Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung agar potensi mereka berkembang secara optimal,” katanya.

Di Kota Pontianak, terdapat lebih dari 200 lembaga PAUD yang berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, terus berkomitmen memberikan dukungan melalui kebijakan dan alokasi anggaran guna meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

Ia menyebut, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang mencapai angka 82,80 tidak terlepas dari kontribusi sektor pendidikan, termasuk PAUD.

Bahasan juga mengingatkan para pendidik untuk terus menjaga kekompakan dan mengedepankan keikhlasan dalam mendidik. Ia menilai penting untuk menghindari ego sektoral serta menanamkan nilai keberagaman kepada anak sejak dini.

“Perbedaan adalah hal yang wajar dan harus kita tanamkan kepada anak-anak sebagai kekuatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menekankan pentingnya penguatan karakter anak melalui kegiatan positif seperti Porseni PAUD.

Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 270 satuan PAUD yang tersebar di enam kecamatan dan 29 kelurahan di Kota Pontianak. Jumlah tersebut dinilai menjadi modal besar dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas.

“PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, termasuk menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berekspresi,” ungkapnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, terutama terkait minimnya lagu-lagu anak yang dikenal generasi saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pembentukan karakter anak, karena lagu anak umumnya mengandung nilai edukatif dan positif.

“Sekarang ini anak-anak justru lebih mengenal lagu-lagu dewasa. Padahal lagu anak memiliki nilai penting dalam membangun karakter yang ceria dan edukatif,” tuturnya.

Melalui kegiatan Porseni, pihaknya berupaya menghadirkan kembali ruang ekspresi bagi anak-anak sesuai dengan usia mereka, baik melalui seni tari, musik, maupun kegiatan kreatif lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi satuan PAUD dalam mengembangkan metode pembinaan yang inovatif.

Yanieta menjelaskan, penampilan yang difokuskan pada satuan PAUD tertentu dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan, sebagai contoh praktik baik dalam pengembangan kreativitas anak.

“Ke depan, kesempatan tampil akan diberikan secara bergilir kepada seluruh satuan PAUD agar semua memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” pungkasnya.

Kegiatan Porseni PAUD Kota Pontianak 2026 diharapkan menjadi momentum dalam memperkuat pendidikan karakter anak sejak dini sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sehat, kreatif, dan berdaya saing.