PONTIANAKINFOMEDIA.COM, PONTIANAK – Ajang lari tahunan Pontianak City Run 2026 kembali digelar dengan antusiasme tinggi. Sekitar 6.000 pelari ambil bagian dalam event tersebut, mulai dari kategori 41 kilometer (maraton), 21 kilometer (half marathon), 10 kilometer, hingga 5 kilometer.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa Pontianak semakin dikenal sebagai kota penyelenggara event olahraga berskala besar.
“Alhamdulillah pesertanya sekitar enam ribuan. Ini bukan hanya dari Pontianak, tapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, luar kota, bahkan ada dari Kuching, Malaysia, dan Kenya,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Menurut Edi, Pontianak City Run tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi komunitas pelari. Ia menilai perkembangan komunitas runner di berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga lari semakin diminati masyarakat dari berbagai kalangan usia.
Lebih dari itu, ia menekankan bahwa event berskala besar seperti ini memiliki dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Banyak peserta dari luar daerah yang datang lebih awal dan menginap di Kota Pontianak, sehingga berdampak pada tingkat hunian hotel, sektor kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Tujuan kita memang bukan hanya olahraga. Kita ingin event ini menarik wisatawan, apalagi menjelang Imlek dan Cap Go Meh. Kalau dikolaborasikan dengan UMKM, seni, dan budaya, saya yakin Pontianak City Run akan semakin besar ke depannya,” jelasnya.
Edi juga menyoroti pentingnya menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif. Tahun ini, pelaksanaan Pontianak City Run berdekatan dengan momentum Ramadan serta rangkaian perayaan keagamaan lainnya. Ia berharap seluruh agenda dapat berjalan harmonis tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kita ingin Pontianak tetap menjadi kota yang toleran dan damai. Semua kegiatan, baik olahraga maupun keagamaan, harus berjalan lancar,” imbuhnya.
Sementara itu, CEO Sporta Indonesia selaku penyelenggara, Ongky Lesmana, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta yang datang dari berbagai daerah hingga mancanegara. Menurutnya, ajang ini tidak hanya diikuti pelari dari Kota Pontianak, tetapi juga dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat serta sejumlah kota besar di Indonesia.
Peserta dari Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, dan Bali turut meramaikan event tersebut. Bahkan, pelari internasional dari Belanda, Jepang, Malaysia, dan Kenya juga ambil bagian.
Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan bahwa Pontianak City Run telah berkembang menjadi event olahraga yang memiliki daya tarik luas dan mampu menghadirkan potensi wisata olahraga atau sport tourism bagi Kota Pontianak.
“Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara menjadi indikator meningkatnya minat terhadap event lari di Kota Khatulistiwa. Ini luar biasa karena mampu mendatangkan potensi sport tourism,” ujarnya.
Menurut Ongky, event berskala besar seperti ini memberikan dampak positif dalam promosi daerah. Selain memperkenalkan Pontianak di tingkat nasional, kegiatan ini juga membuka peluang untuk dikenal di kancah internasional sebagai tuan rumah event olahraga yang profesional dan berkualitas.
Ia berharap Pontianak City Run dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan konsep yang semakin besar dan kolaboratif. Ke depan, event ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga festival olahraga yang terintegrasi dengan promosi budaya dan ekonomi kreatif.
“Dengan kolaborasi yang kuat, dampaknya tidak hanya pada olahraga, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi dan citra kota,” pungkasnya.
Pontianak City Run 2026 pun menjadi salah satu bukti bahwa olahraga mampu menjadi instrumen strategis dalam mendorong pariwisata, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di Kota Pontianak.