PONTIANAKINFOMEDIA.COM, SANGGAU- Sebuah kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur Sanggau–Pontianak, tepatnya di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Insiden yang melibatkan satu unit Bus Damri itu berlangsung pada Minggu siang (5/4/2026) sekitar pukul 13.50 WIB dan menyebabkan satu penumpang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Bus Damri rute Sintang–Pontianak tersebut dikemudikan oleh Indra Oktavian. Saat kejadian, bus sedang melintasi jalanan menurun dan tikungan tajam, kawasan yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan di wilayah Kapuas.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sanggau mengatakan bahwa bus diduga hilang kendali ketika memasuki tikungan. “Dari keterangan awal yang kami terima, kendaraan bergerak dari arah Sintang menuju Pontianak. Saat melintasi turunan yang cukup tajam, bus kehilangan kendali hingga terguling,” ujarnya di lokasi kejadian.

Berdasarkan pendataan kepolisian, bus membawa total 31 penumpang. Sebagian mengalami luka dan beberapa lainnya selamat namun masih dalam kondisi syok.

“ Total ada tiga puluh satu penumpang. Satu orang dinyatakan meninggal, sepuluh mengalami luka berat, sepuluh lainnya luka ringan. Sisanya selamat namun perlu pendampingan karena mengalami syok pascakejadian,” jelas Kanit Gakkum.

Korban yang mengalami luka langsung dievakuasi ke rumah sakit rujukan di Sanggau. Tim medis melakukan penanganan intensif, sementara penumpang yang selamat dibawa ke Polres Sanggau untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Begitu menerima laporan, Polres Sanggau mengerahkan personel dari Sat Lantas, Sat Samapta, dan Polsek Kapuas untuk mengamankan lokasi. Proses evakuasi juga dibantu oleh BPBD Sanggau, Damkar, dan personel BKO Brimob.

Kanit Gakkum menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas. Selain itu, kepolisian juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga yang sigap membantu.

“ Fokus utama kami adalah mengamankan korban dan memastikan arus lalu lintas tidak terhambat. Lokasi berada tepat di tikungan, jadi kami harus bergerak cepat agar tidak terjadi kecelakaan susulan,” katanya.

Beberapa warga setempat juga terlihat membantu proses awal evakuasi sebelum petugas tiba. Mereka membantu mengeluarkan penumpang yang masih berada di dalam bus dan menenangkan korban yang mengalami syok.

Salah seorang warga, Martin (43), menuturkan bahwa suara benturan terdengar cukup keras. “Kami langsung keluar rumah karena mendengar suara keras. Warga berusaha membantu sebelum polisi datang. Korban kami bawa ke tempat aman dulu,” ujarnya.

Hingga Minggu sore, polisi masih mendalami penyebab kecelakaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap pengemudi, kondisi kendaraan, dan analisis kondisi jalan.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti, apakah karena faktor teknis kendaraan, kondisi sopir, atau faktor lingkungan jalan. Semua aspek sedang kami periksa,” tambah Kanit Gakkum.

Polisi juga berencana melakukan olah TKP lanjutan, termasuk memastikan apakah ada kerusakan pada rem, roda, atau komponen lain pada bus.

Sopir bus, Indra Oktavian, ikut mengalami luka sehingga masih mendapat perawatan medis. Setelah kondisinya stabil, ia akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik.

Kepolisian menilai keterangan sopir menjadi bagian penting dalam mengungkap kronologi. Selain itu, beberapa penumpang yang selamat juga dimintai keterangan untuk mengetahui kondisi terakhir sebelum bus terguling.

Pihak Perum Damri Cabang Pontianak turut memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. General Manager Perum Damri Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, menyampaikan rasa duka mendalam untuk korban.

“ Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga berharap seluruh penumpang yang sedang dirawat bisa segera pulih,” ucap Ahmad melalui keterangan resminya.

DAMRI memastikan memberikan pendampingan kepada penumpang maupun keluarga korban. “Kami berkoordinasi dengan rumah sakit, kepolisian, dan instansi terkait. Seluruh korban kami pastikan mendapatkan penanganan terbaik,” tambahnya.

Selain penanganan korban, Damri berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap armada dan operasional rute tersebut. Menurut Ahmad, aspek keselamatan menjadi prioritas mutlak.

“ Evaluasi akan langsung kami lakukan untuk memastikan seluruh armada benar-benar layak jalan. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” tegasnya.

Kecelakaan di Desa Penyeladi kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat melewati rute Sanggau–Pontianak. Medan yang terdiri dari turunan tajam, tikungan sempit, serta kondisi jalan yang tidak selalu mulus membuat jalur tersebut menjadi titik rawan.

Sat Lantas Polres Sanggau mengeluarkan imbauan kepada seluruh sopir kendaraan besar, termasuk bus dan truk.

“Kami mengingatkan para pengemudi untuk tidak memaksakan diri. Jika lelah, berhenti. Jika cuaca buruk, kurangi kecepatan. Di jalur seperti ini, kewaspadaan menjadi faktor paling penting,” kata Kanit Gakkum.

Selain itu, pengguna jalan diimbau menjaga jarak aman dan tidak menyalip pada area tikungan yang pandangannya terbatas.

Insiden ini memicu komentar warga yang berharap ada peningkatan keselamatan di jalur tersebut. Beberapa warga menilai perlu ada tambahan rambu peringatan, marka jalan yang lebih jelas, serta peningkatan penerangan di beberapa titik.

“ Tikungan di sini sudah sering memakan korban. Kami berharap ada perbaikan dan rambu tambahan agar pengemudi bisa lebih waspada,” ujar Sutarno, warga sekitar.

BPBD dan pihak Dishub Sanggau disebut telah melakukan pemetaan jalur rawan kecelakaan dan akan berkoordinasi lebih lanjut untuk evaluasi sarana jalan.

Hingga berita ini dirilis, Polres Sanggau masih mengumpulkan data termasuk identitas lengkap seluruh penumpang. Hasil olah TKP dan pemeriksaan lanjutan akan menjadi dasar penentuan langkah hukum berikutnya.

“ Kami bekerja semaksimal mungkin agar penyebab kecelakaan ini bisa diketahui secara terang dan objektif. Semua perkembangan akan kami informasikan,” tutup Kanit Gakkum.

Penulis: Rizky