BENGKULU — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Bengkulu resmi mengoperasikan layanan drop tank untuk kegiatan bongkar muat curah cair di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Operasi perdana ini dilakukan pada 8 Mei 2026 melalui proses pemuatan komoditas PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) menggunakan metode drop tank ke Kapal MT. SILKROAD 06 dengan tujuan Jakarta.

Layanan tersebut menjadi implementasi pertama metode drop tank di Pelabuhan Bengkulu, setelah sebelumnya diterapkan di Pelabuhan Pangkal Balam sebagai bagian dari program inovasi operasional perusahaan.

Kapal MT. SILKROAD 06 mulai bersandar di Pelabuhan Pulau Baai pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.00 WIB. Proses pemuatan berlangsung hingga Senin, 11 Mei 2026 dengan melibatkan PT Olein Sawit Lestari sebagai pihak shipper.

Metode drop tank digunakan sebagai media transit muatan dari truk sebelum dipompa menuju kapal. Sistem ini memungkinkan proses bongkar muat dilakukan lebih cepat, efektif, dan terkontrol karena transfer muatan dapat berlangsung secara simultan.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan penerapan layanan drop tank merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan operasional pelabuhan.

“Implementasi ini merupakan upaya menghadirkan layanan curah cair yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Setelah diterapkan di Pangkal Balam, kini layanan tersebut mulai dijalankan di Bengkulu. Kami berharap inovasi ini dapat mendukung kelancaran logistik sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, menyebut layanan perdana ini menjadi langkah penting dalam modernisasi layanan pelabuhan di Bengkulu.

“Dengan dukungan peralatan seperti pompa dan sistem distribusi yang terintegrasi, proses pemuatan PFAD dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan lingkungan,” katanya.

Sebelumnya, penanganan kargo curah cair di pelabuhan masih menggunakan metode konvensional yang membutuhkan waktu transfer lebih lama. Melalui sistem drop tank, pola operasional kini menjadi lebih terstruktur dan efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan waktu sandar kapal (port stay).

Selain meningkatkan efisiensi operasional, metode ini juga dinilai lebih mendukung penerapan aspek HSSE (Health, Safety, Security, & Environment). Sistem yang lebih tertutup membantu meminimalisir potensi tumpahan dan menjaga kebersihan lingkungan pelabuhan.

PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu menyatakan akan terus mendorong inovasi layanan seiring meningkatnya arus distribusi komoditas turunan kelapa sawit dari wilayah Bengkulu. Implementasi drop tank diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem operasional pelabuhan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu sendiri melayani berbagai komoditas curah kering, curah cair, hingga general cargo. Untuk curah kering, komoditas yang ditangani meliputi klinker, limestone, batubara, dan cangkang. Sementara curah cair mencakup CPO dan aspal, sedangkan layanan general cargo meliputi alat berat, barang konstruksi, dan petikemas.