PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengarahkan bantuan pemerintah pusat sebesar Rp40 miliar untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari persoalan sosial masyarakat hingga penguatan peralatan pemadaman di daerah.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak, terutama dalam mengatasi persoalan sosial akibat karhutla.
“Dana yang ada ini kita gunakan untuk membantu bagi yang terdampak masalah karhutla ini. Artinya masalah sosialnya juga,” ujar Norsan saat melepas bantuan untuk empat kabupaten di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (18/9).
Tak hanya bantuan sosial, Pemprov Kalbar juga menyiapkan dukungan sarana pemadaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar.
Peralatan yang disiapkan meliputi mesin pompa air, pipa, selang, hingga tandon air. Penyalurannya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kabupaten/kota.
“Ke depannya nanti kita akan membantu peralatan seperti mesin pompa, pipa, selang, tandon air dan sebagainya. Ini sudah saya sampaikan,” tegasnya.
Penyaluran bantuan akan mempertimbangkan kondisi di lapangan. BPBD Kalbar akan melihat kebutuhan setiap daerah sebelum menentukan jenis dukungan yang diberikan.
Selain bantuan Rp40 miliar dari pemerintah pusat, Pemprov Kalbar juga telah menyalurkan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak karhutla di sejumlah daerah.
Langkah ini diarahkan untuk merespons dua persoalan sekaligus: meringankan beban sosial warga dan memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pemadaman.