PONTIANAK – Rencana pelaksanaan Indonesia Palm Oil Conference and Exhibition (IPOCS) 2026 akhirnya dibatalkan. Di tengah sorotan publik terhadap kondisi Kalimantan Barat yang masih dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemprov Kalbar juga meluruskan isu mengenai sumber pendanaan kegiatan tersebut.
Klarifikasi ini disampaikan setelah rencana kegiatan yang mengangkat sektor kelapa sawit tersebut menjadi perhatian publik. Salah satunya datang dari akun Instagram @wnprimantika yang mempertanyakan rencana pelaksanaan kegiatan yang disebut sebagai pameran kelapa sawit terbesar di Kubu Raya.
Sorotan terutama diarahkan pada rencana kegiatan yang muncul ketika Kalbar masih menghadapi persoalan karhutla dan kabut asap.
Dikutip dari unggahan Instagram resmi Disbunnak Kalbar, Plt Kepala Disbunnak Kalbar, Rino Anteno Tengo, menegaskan IPOCS 2026 tidak menggunakan anggaran pemerintah.
“Pendanaan atas kegiatan ini murni dari pihak penyelenggara, yakni pihak swasta. Tidak ada dari provinsi ataupun kabupaten kota,” kata Rino, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, penegasan tersebut diperlukan agar tidak muncul anggapan bahwa kegiatan tersebut dibiayai melalui APBD.
“Jadi ini murni dananya dari pihak penyelenggara, ini yang perlu kita luruskan supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Sementara terkait pembatalan, Rino memastikan keputusan tersebut berkaitan dengan situasi Kalbar yang dinilai belum kondusif.
“Kegiatan ini dibatalkan mengingat Kalimantan Barat masih dalam kondisi yang tidak kondusif,” tegasnya.
Pembatalan IPOCS 2026 pun menempatkan persoalan karhutla sebagai salah satu pertimbangan penting dalam agenda kegiatan berskala besar di Kalbar.
Di satu sisi, pemerintah memastikan tidak ada uang daerah yang digunakan. Di sisi lain, kondisi kabut asap dan penanganan karhutla masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius.
Dengan demikian, polemik IPOCS 2026 bukan hanya soal batal atau tidaknya sebuah agenda, tetapi juga soal sensitivitas penyelenggaraan kegiatan di tengah kondisi darurat lingkungan yang sedang dihadapi Kalbar.