PONTIANAK – Kabupaten Ketapang kembali menjadi titik perhatian penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Sebanyak tujuh hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di wilayah tersebut.
Data BMKG, Minggu (27/9/2026), menunjukkan seluruh hotspot berkepercayaan tinggi di Kalbar terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang. Kondisi serupa juga tercatat dalam data Sipongi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar, Novel Umar, menyebut aktivitas karhutla masih ditemukan, terutama di Kendawangan dan Matan Hilir Selatan.
“Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi hanya ada di Kabupaten Ketapang, yakni tujuh titik. Ini menandakan masih banyak terjadi karhutla,” ujar Novel.
Selain Ketapang, titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah masih terdeteksi di Sintang, Melawi, dan Kayong Utara. Sejumlah titik bahkan dilaporkan masih mengeluarkan asap cukup besar dan berdampak terhadap jarak pandang di beberapa wilayah.
Satgas udara akan memprioritaskan patroli di Ketapang dan Kayong Utara untuk memastikan apakah titik yang terdeteksi merupakan kebakaran aktif atau hanya kepulan asap.
“Harus kita verifikasi apakah fire spot atau hanya asap kecil,” katanya.
Patroli udara juga menyasar Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Sambas, Sanggau, dan Sekadau. Sementara Satgas darat tetap melakukan pemantauan dan penanganan di Ketapang, Kayong Utara, Sintang, serta Melawi.
Setiap hotspot akan diverifikasi di lapangan untuk memastikan adanya kebakaran dan mempercepat penanganan jika ditemukan titik api.





