PONTIANAK – Kue bulan atau mooncake tak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat lintas etnis dan agama. LA GRAMMA, di Jalan Gajah Mada No. 153, Pontianak, menghadirkan beragam mooncake bersertifikat halal untuk menjangkau seluruh kalangan.
Sejak berdiri pada 2017, LA GRAMMA mempertahankan resep warisan tiga generasi, dari nenek, ibu, hingga pemiliknya saat ini.
LA GRAMMA menawarkan tiga jenis produk, yakni Lapia, Makaupia, dan Pia Telur. Lapia merupakan pia khas yang banyak dikenal di Kalimantan Barat, dengan bentuk bulat berdiameter sekitar 17–18 sentimeter.
Tersedia beragam pilihan rasa, mulai dari kacang hijau, kacang merah, manisan buah kundur atau santeng, Cui Cia, Gojin, Lotus, hingga Buetangcai. Ada pula varian Full Cui Cia dan Full Buetangcai.
Seluruh produk LA GRAMMA telah diverifikasi dan memiliki sertifikat halal, sehingga dapat dinikmati masyarakat dari berbagai latar belakang.
Salah satu varian terlaris adalah Cui Cia atau santeng. Perpaduan kacang hijau, lima jenis kacang, sirup limau, dan biji bunga teratai menghadirkan rasa sedikit manis dan asam, dengan tekstur renyah yang khas.
LA GRAMMA ingin memperkenalkan pia tradisional ini kepada masyarakat luas, bukan hanya kalangan tertentu. Melalui festival mooncake, toko ini berharap masyarakat Pontianak hingga seluruh Indonesia dapat merayakan tradisi tersebut bersama-sama.
Bagi LA GRAMMA, mooncake bukan sekadar sajian tradisional, tetapi juga kesempatan untuk berbagi cita rasa dan mempererat kebersamaan di tengah keberagaman.