SINGKAWANG – Singkawang Mooncake Festival 2026 resmi dibuka di kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Jalan Sejahtera, Singkawang, Selasa (22/9/2026). Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai unsur masyarakat, mulai dari jajaran DPRD, Kapolres Singkawang, tokoh masyarakat hingga Dewan Adat Dayak.
Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam pembukaan festival yang tidak hanya mengangkat tradisi budaya Tionghoa, tetapi juga memperlihatkan kuatnya keberagaman dan kebersamaan masyarakat Singkawang.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat membuka festival mengatakan, Singkawang Mooncake Festival menjadi momentum untuk merawat tradisi sekaligus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan, merawat, dan mengembangkan tradisi budaya Mooncake di tengah masyarakat,” kata Tjhai Chui Mie.
Menurutnya, tradisi budaya akan semakin dikenal apabila dikemas dalam kegiatan yang menarik, terbuka, dan dapat dinikmati berbagai kalangan. Karena itu, festival juga diarahkan menjadi ruang bagi generasi muda dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat tradisi kue bulan atau Mooncake.
Tak hanya budaya, festival juga membuka ruang bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif lokal untuk mempromosikan produk, memperluas pasar, serta mendapatkan manfaat dari aktivitas pariwisata.
Singkawang Mooncake Festival 2026 berlangsung selama sepekan, 21–27 September 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari kompetisi Chinese Dance, storytelling, musik tradisional, wayang gantung, lomba makan kue bulan, hiburan musik, Moon Cake Run hingga fashion Hanfu.
Perpaduan seni, tradisi dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat membuat pembukaan festival menjadi panggung keberagaman Singkawang. Festival ini sekaligus mempertegas ruang budaya sebagai titik temu masyarakat dari berbagai latar belakang.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dan wisatawan tidak hanya diajak menikmati rangkaian hiburan, tetapi juga mengenal kekayaan budaya, kuliner dan kreativitas lokal yang menjadi bagian dari identitas Kota Singkawang.