PONTIANAK, – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tetap diperkuat meski jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi mengalami penurunan.

Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (26/9/2026), tercatat 20 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat. Sebagian titik panas tersebut masih terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang dan Sintang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Novel, mengatakan penurunan jumlah hotspot menjadi perkembangan positif dalam penanganan karhutla.

“Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi hanya ada 20. Terkonsentrasi seperti kemarin-kemarin berada di Ketapang dan Sintang,” kata Novel, Sabtu.

Meski jumlah hotspot berkurang, Satgas Karhutla tetap memusatkan penanganan di wilayah yang masih ditemukan titik panas. Satgas Darat diarahkan untuk memperkuat penanganan di Ketapang dan Kayong Utara.

Sementara itu, dukungan Satgas Udara dilakukan melalui patroli menggunakan helikopter. Pemantauan difokuskan di Ketapang dan Kayong Utara, serta sejumlah wilayah lain di Kalimantan Barat.

Wilayah yang turut menjadi sasaran pemantauan antara lain Mempawah, Singkawang, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, dan Melawi.

Novel mengatakan kondisi cuaca juga mulai menunjukkan perkembangan yang mendukung upaya penanganan karhutla. Pertumbuhan awan penghujan mulai terlihat di sejumlah wilayah, terutama Sambas, Bengkayang, dan Singkawang.

“Kami harapkan potensi-potensi hujan ini dapat terus berlanjut sampai beberapa hari ke depan. Mudah-mudahan hujan tersebut dapat terjadi di Ketapang, Kayong, serta Singkawang,” ujarnya.

Selain pemantauan hotspot, kondisi jarak pandang di sejumlah daerah juga mulai membaik. Di Sambas, jarak pandang tercatat lebih dari 5 kilometer. Sementara di Pontianak berada pada kisaran 2 hingga 5 kilometer pada Sabtu dini hari hingga pagi.

Di Ketapang, jarak pandang sempat lebih dari 2 kilometer pada pukul 00.00 hingga 03.00 WIB, sebelum berada pada kisaran 1 hingga 2 kilometer.

Dengan masih adanya hotspot dan aktivitas penanganan di sejumlah wilayah, Satgas Karhutla Kalbar tetap melakukan pemantauan darat dan udara. Potensi hujan yang mulai muncul diharapkan dapat membantu proses pemadaman titik api yang masih tersisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *