SEKADAU – Sepanjang September 2026, Polres Sekadau bergerak menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah yang dilakukan tak hanya pemadaman, tetapi juga patroli, pengecekan titik panas, edukasi hingga membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau dan kabut asap.
Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan penanganan Karhutla dilakukan sejak tahap pencegahan. Personel diterjunkan untuk memantau kondisi lapangan, mengecek informasi hotspot, memberikan edukasi kepada warga serta memperkuat kesiapsiagaan bersama TNI, pemerintah, perusahaan dan masyarakat.
“Penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan dan deteksi dini juga penting agar potensi kebakaran bisa segera diketahui dan ditangani,” kata Iwan, Minggu (4/10/2026).
Pada 2 September, personel bersama unsur terkait memberikan edukasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat. Sehari berikutnya, 3 September, tim gabungan menangani kebakaran di Suak Terentang, Desa Engkersik, Kecamatan Sekadau Hilir. Kondisi lahan gambut dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Pada 3-4 September, personel Sat Samapta juga membantu menangani Karhutla yang merambat ke areal PT Agro Andalan. Kemudian pada 6 September, polisi bersama pihak perusahaan dan masyarakat kembali melakukan penanganan kebakaran di sekitar Setawar untuk mencegah api meluas.
Upaya deteksi dini dilakukan pada 10 September. Personel Polsek Belitang Hilir mengecek dua titik hotspot di wilayah Merbang dan Menawai Tekam. Saat petugas tiba, api telah padam. Pada hari yang sama, Satbinmas juga menyambangi warga Gonis Tekam untuk menyampaikan edukasi pencegahan Karhutla.
Kesiapsiagaan kembali diperkuat pada 10 September melalui kegiatan bersama TNI-Polri, perusahaan, Manggala Agni dan KPH di wilayah Sekadau Hilir. Sementara pada 21 September, personel melakukan penerangan keliling di Terminal Lawang Kuari dengan menyampaikan pesan pencegahan Karhutla dan kewaspadaan terhadap kabut asap.
Memasuki penghujung September, pencegahan tetap berjalan. Pada 30 September, Satbinmas memberikan penyuluhan kepada delapan anggota Satpam PT Agro Andalan di Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu. Materinya mencakup pencegahan Karhutla, langkah awal saat menemukan titik api dan pentingnya segera melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.
Selain menangani dan mencegah kebakaran, Polres Sekadau bersama sejumlah pihak juga membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau melalui pembagian air bersih, masker dan pelayanan kesehatan. Iwan mengatakan hujan yang mulai turun belum menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan.
“Kalau hujan mulai turun, kita tentu berharap kondisi semakin membaik. Tapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dan segera laporkan apabila menemukan asap atau api,” pungkas Iwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *