KETAPANG – Sebaran titik panas di Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan penurunan signifikan. Data BMKG per Rabu (23/9/2026) mencatat hanya 56 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, dan seluruhnya terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang.
Plt Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, menyebut penurunan tersebut menjadi perkembangan positif. Namun, data satelit tetap harus diverifikasi dengan kondisi di lapangan untuk memastikan titik panas benar-benar merupakan kebakaran.
“Berdasarkan data BMKG untuk sebaran titik panas ada sedikit perubahan yang mengarah ke yang lebih baik. Hari ini total titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hanya 56 titik panas dan hanya berada di satu kabupaten, yakni Kabupaten Ketapang,” kata Ridwan.
Menurutnya, BPBD Kalbar terus mengandalkan laporan relawan dan tim lapangan untuk memastikan keberadaan titik api sekaligus menentukan langkah penanganan.
Peluang Hujan Meningkat
Selain penurunan titik panas, peluang hujan di Kalbar juga diperkirakan meningkat. Pada 25–29 September 2026, hampir seluruh kabupaten/kota diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
“Potensi ini mudah-mudahan terjadi di seluruh kabupaten/kota di Kalbar,” ujarnya.
Potensi pertumbuhan awan pada periode 23 September–2 Oktober 2026 juga menjadi peluang untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Meski titik panas menurun, penanganan karhutla belum dihentikan. Operasi udara melalui water bombing masih difokuskan pada wilayah yang membutuhkan penanganan, terutama Ketapang dan Kayong Utara.
BPBD menegaskan pemantauan lapangan, pemadaman darat, serta dukungan operasi udara tetap berjalan untuk memastikan penurunan titik panas benar-benar diikuti dengan berkurangnya kebakaran di lapangan.