Daerah Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Kabut Asap Tak Hentikan Belajar, Guru di Kubu Raya Sulap TikTok Jadi Ruang Kelas

Kabut Asap Tak Hentikan Belajar, Guru di Kubu Raya Sulap TikTok Jadi Ruang Kelas

{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"19.6.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"BLZEEOA3-7CGM-X3GE-VC4E-5ONUU8LA8R8I","pictureId":"BLZEEOA3-7CGM-X3GE-VC4E-5ONUU8LA8R8I","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"19.6.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"BLZEEOA3-7CGM-X3GE-VC4E-5ONUU8LA8R8I","pictureId":"BLZEEOA3-7CGM-X3GE-VC4E-5ONUU8LA8R8I","capability_name":"capcut_photo_editor"}"}

KUBU RAYA – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kubu Raya selama hampir dua bulan memaksa sejumlah sekolah mengalihkan pembelajaran ke sistem daring. Namun, kondisi tersebut tak membuat guru berhenti berinovasi.

Di tengah keterbatasan pembelajaran jarak jauh, seorang guru matematika di SMA Negeri 1 Sungai Ambawang, Edi Sukendri, justru memanfaatkan media sosial TikTok sebagai ruang kelas virtual.

Bukan sekadar mengunggah video, Edi menggunakan fitur live streaming untuk mengajar secara langsung. Melalui siaran tersebut, ia menjelaskan materi matematika sekaligus membuka ruang interaksi dengan para siswa.

Menurut Edi, TikTok dipilih karena platform tersebut sudah familiar bagi sebagian besar siswa. Fitur live juga memungkinkan proses belajar berlangsung dua arah, sehingga siswa tetap dapat menyimak materi dan mengajukan pertanyaan secara langsung.

Namun, mengajar melalui media sosial bukan tanpa tantangan. Siaran Edi dapat ditonton masyarakat luas, sehingga komentar negatif terkadang muncul selama pembelajaran berlangsung.

Biong Dibidik Jadi Sumber Air Baku Baru Pontianak, Kadar Garam Hanya 11 mg/L

Meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangatnya. Bagi Edi, yang terpenting adalah materi pelajaran tetap tersampaikan kepada siswa meski kondisi kabut asap membuat pembelajaran tatap muka harus dihentikan sementara.

Inovasi tersebut kemudian turut diikuti sejumlah guru lain di SMA Negeri 1 Sungai Ambawang.

Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu cara guru menjaga pembelajaran tetap berjalan di tengah situasi darurat kabut asap. Di saat ruang kelas harus kosong, teknologi justru membuka ruang belajar baru yang lebih dekat dengan keseharian digital para siswa.

Berita Populer

01

Pengusaha Kalbar Siman Bahar Meninggal Dunia di Tiongkok

02

MABT Indonesia Gelar Rakernas 2026 untuk Perkuat Program Kerja Nasional

03

Rakerwil I ICDN Kalbar, Cendekiawan Dayak Siap Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

04

Lebih Elegan dan Eksklusif, Frank & co. Buka Kembali Gerai Ikonik di GAIA Pontianak

05

Menghadapi Digitalisasi: Masa Depan Media Cetak di Dunia yang Serba Online

Advertisement

Berita Lainnya